Tawuran Warga Gunakan Anak Panah dan Molotov Pecah di Makassar

Leo Muhammad Nur, iNews · Rabu 14 Juli 2021 04:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 609 2440261 tawuran-warga-gunakan-anak-panah-dan-molotov-pecah-di-makassar-5LxosEEskF.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MAKASSAR - Tawuran dua kelompok warga menggunakan petasan, anak panah dan bom molotov terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (14/7/2021) dini hari tadi. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pembubaran dengan menggunakan tembakan gas air mata dan tembakan peringatan. 

Tawuran tersebut melibatkan dua kelompok warga dari Kampung Lembo, Kecamatan Tallo dengan warga Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Baca Juga:  Geng Motor Serang Permukiman di Taman Sari, Polisi Buru Pelaku

Aparat kepolisian dari tim penikam Polrestabes Makassar bersama jajaran Patmor Sabhara langsung melakukan pembubaran menggunakan tembakan peringatan dan tembakan gas air mata guna melerai kedua kubu warga yang bertikai dengan berbataskan kanal tersebut.

Guna memudahkan penyisiran, kepolisian terus meminta warga agar menyalakan lampu setelah sebelumnya sengaja dimatikan saat saling serang kedua kubu terjadi. Akibat tawuran tersebut, sejumlah anak panah ditemukan tertancap di rumah warga, serta serta sejumlah rumah warga rusak.

Meski tak ada pelaku yang terjaring, namun aparat kepolisan berhasil mendapati sejumlah barang bukti anak panah beserta pelontarnya, botol bom molotov, serta sejumlah petasan yang diduga digunakan oleh pelaku.

Menurut Komandan Tim Penikam Polrestabes Makassar Iptu Arif Muda, penyebab tawuran tersebut sementara didalami aparat kepolisan. Lantaran kedua kubu yang bertikai beda wilayah yang dibatasi kanal. Meski demikian, dugaan awal penyebabnya masih terkait dendam lama, saling ejek yang kerap memicu pertikaian kedua kubu.

Baca Juga:  5 Senjata Tradisional yang Sering Disalahgunakan untuk Tawuran

Meski situasi sudah terkendali, namun aparat kepolisian masih melakukan penjagaan di lokasi guna menghindari tawuran susulan dari kedua kubu warga yang bertikai.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini