Dianiaya saat Razia PPKM, Pasutri Pemilik Cafe Laporkan Oknum Satpol PP ke Polisi

Bugma, iNews · Kamis 15 Juli 2021 04:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 609 2440825 dianiaya-saat-razia-ppkm-pasutri-pemilik-cafe-laporkan-oknum-satpol-pp-ke-polisi-X15hAsqmXP.jpg Pasutri pemilik cafe lapor polisi terkait penganiayaan saat razia PPKM (Foto: Bugma)

SULSEL - Diduga dianiaya oleh oknum Satpol PP saat razia PPKM mikro, pasangan suami istri pemilik cafe di Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (15/7/2021) melaporkan oknum Satpol PPke polisi. Ironis, IRT pemilik cafe yang tengah hamil tua bahkan diduga mendapat perlakuan kasar saat cafe miliknya dipaksa untuk tutup karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

Pasangan suami istri Amriana dan Nurhalim langsung melaporkan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Satpol PP Kabupaten Gowa saat cafe miliknya terjaring razia PPKm di Jalan Poros Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Kesal Kalah Main Game Online, Ayah Aniaya Anaknya

Kepada polisi, pasangan suami istri mengaku dipukuli saat tidak mengindahkan imbauan petugas untuk menutup cafe miliknya. Tak hanya itu, Amriana yang kini tengah hamil tua bahkan pingsan saat masih menjalani pemeriksaan di ruang SPKT Polres Gowa karena diduga masih syok.

Menghindari kejadian buruk, aparat Polres Gowa langsung membawa korban yang tengah hamil ini ke Rumah Sakit Umum Syekh Yusuf Kabupaten Gowa untuk menjalani pemeriksaan. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kericuhan hingga dugaan penganiayaan saat razia PPKM.

"Kami menerima laporan bahwa terjadi penganiayan, di mana pemilik cafe tidak terima adanya tindakan oknum petugas PPKM," ujar Kanit Reskrim Polsek Bajeng Ipda Ariyanto.

Baca Juga:  Pesta Miras Berakhir Petaka, Kepala Pria Ini Dihantam Alu

Sebelumnya, kericuhan mewarnai razia PPKM mikro di cafe korban karena tak mau menutup cafenya meski melewati batas waktu yang ditentukan. Hingga kini, petugas Satreskrim Polsek Bajeng dan Polres Gowa masih selidiki penyebab kericuhan dan penganiayaan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini