Presenter TV Minta Maaf Usai Olesi Pakaian dengan Lumpur di Lokasi Banjir

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 24 Juli 2021 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 18 2445317 presenter-tv-minta-maaf-usai-olesi-pakaian-dengan-lumpur-di-lokasi-banjir-C93QVKWyKC.jpg Presenter TV Susanna Ohlen meminta maaf (Foto: RTL)

JERMAN - Seorang presenter  meminta maaf setelah ketahuan mengolesi lumpur di pakaiannya beberapa saat sebelum tampil di televisi sat laporan banjir di Jerman minggu lalu.

Susanna Ohlen, 39, mengatakan dia melakukan hal itu karena merasa "malu" melaporkan banjir dari kota dengan pakaian bersihnya.

Penyiar RTL mengatakan dia telah diskors karena melanggar standarnya setelah video itu menjadi viral.

Dalam sebuah pernyataan, Ohlen mengatakan dia telah membuat "kesalahan serius".

Dia diketahui melakukan laporan langsung dari Bad Münstereifel di North Rhine-Westphalia, saat rekor curah hujan menghancurkan rumah dan menyebabkan puluhan orang tewas minggu lalu.

(Baca juga: Covid-19 Melonjak, Rental Kolam Renang Semakin Laris Manis)

Ohlen mengatakan dia telah membantu upaya bantuan pada hari-hari sebelum syuting untuk program Good Morning Germany RTL pada Senin (19/7).

Tapi sebelum mengudara, dia merasa "malu berdiri di depan kamera dengan pakaian bersih".

Tanpa pikir panjang, dia pun mengoleskan lumpur ke pakaiannya. "Aku mengoleskan lumpur ke pakaianku,” ujarnya.

Pada saat itu, video dia membungkuk untuk mengolesi lumpur di tangan dan pakaiannya tampaknya difilmkan oleh seorang penonton dan kemudian diposting ke media sosial.

Dalam penyataannya, Ohlen meminta maaf atas tindakannya dan mengatakan "ini seharusnya tidak pernah terjadi pada saya".

RTL mengatakan Ohlen telah diberhentikan sementara setelah video itu menarik perhatiannya. Penyiar tidak mengatakan apakah tindakan lebih lanjut akan diambil.

(Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Kota-Kota Besar Perketat 'Lockdown')

Seperti diketahui, banjir terburuk di Jerman dalam beberapa dasawarsa meluluhlantahkan beberapa bagian negara itu pekan lalu, menewaskan sedikitnya 170 orang dan menyebabkan miliaran kerusakan.

Puluhan orang masih hilang saat operasi pembersihan berlanjut. Para pemimpin Eropa menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab banjir, yang juga berdampak pada Swiss, Luksemburg, dan Belanda.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini