Share

Dianggap Rasis, Nama Pulau di Australia Akan Diganti

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 18 2446610 dianggap-rasis-nama-pulau-di-australia-akan-diganti-F47mBgWFvj.jpg Coon Island. (Foto: RT)

SYDNEY - Anggota dewan di New South Wales, Australia telah mengambil suara untuk mengganti nama sebuah pulau tujuan wisata populer karena dianggap memiliki konotasi rasis. Langkah itu disetujui meski survei menemukan lebih dari setengah penduduk lokal menentang perubahan nama.

Pada Senin (26/7/2021), anggota dewan dari Lake Macquarie, sebuah kota di pantai timur Australia, memberikan suara 8 berbanding 5 mendukung penghapusan nama 'Pulau Coon' dan 'Coon Island Point' setelah proses jeda selama empat bulan.

BACA JUGA:Ā Pria Ini Miliki Tank Bekas Perang Dunia II hingga Torpedo di Ruang Bawah TanahĀ 

Meskipun pulau itu dikenal dengan sebagai Pulau Coon selama sekira 100 tahun, baru-baru ini nama tersebut dianggap bermasalah karena kata 'coon' memiliki konotasi rasis. 'Coon' adalah kata slang yang digunakan untuk merendahkan orang kulit hitam.

Dalam sebuah cuitan di Twitter, otoritas setempat mengatakan bahwa para anggota dewan akan mengajukan proposal ke Dewan Nama Geografis, yang akan mengubah nama pulau itu menjadi 'Pulau Pirrita' dan tanjung yang berdekatan berganti nama menjadi 'Miner's Point'.

Anggota dewan Lake Macquarie Kevin Baker, yang merupakan pendukung utama perubahan nama pulau tersebut, berterima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam upaya ā€œmemperbaiki kesalahanā€ tersebut.

BACA JUGA:Ā Perbaiki Hubungan, Korsel dan Korut Pulihkan Kembali Hotline yang Terputus

Berbicara kepada Australian Herald, Baker mengatakan nama 'Pulau Coon' adalah "benar-benar rasis dan benar-benar menyakitkan bagi banyak orang di komunitas kami."

Namun, proposal Baker untuk mengganti nama pulau itu tidak mendapat dukungan luas di wilayah tersebut. Menurut laporan lokal, survei yang dijalankan dewan terhadap 2.120 penduduk lokal menemukan bahwa 44% mendukung langkah tersebut sementara 56% menentang perubahan nama.

Dari mereka yang mendukung proposal tersebut, 86% menganggap nama 'Pulau Coon' menyinggung dan rasis, demikian diwartakan RT.

Baker mengatakan bahwa umpan balik publik telah dipertimbangkan ketika mempertimbangkan perubahan nama, bersama dengan pendapat pemangku kepentingan utama. Namun, dia mengatakan kekecewaan dari beberapa orang tidak dapat dihindari.

Pulau yang terletak di ujung Terusan Swansea itu, saat ini merupakan cagar alam dan lokasi wisata populer. Bukti arkeologis menunjukkan keberadaan manusia di pulau itu sejak 7.800 tahun yang lalu dan memiliki arti penting bagi orang Awabakal, suku Aborigin.

Namun, pulau itu dinamai dengan nama satu-satunya penghuninya, Herbert Greta Heaney, seorang penambang yang dijulukiĀ 'coon'Ā karena dia sering pulang ke rumah dengan wajah tertutup debu batu bara hitam. Nama untuk pulau dan tanjung yang berdekatan juga mengikutinya.

Nama yang diusulkan 'Pirrita' adalah kata Awabakal yang berarti tiram yang tumbuh dari pohon bakau, sedangkan 'Miners Point' mengacu pada profesi Heaney. Baker mengatakan penting untuk mengakui kontribusi pribumi dan Eropa ke wilayah tersebut.

Awal tahun ini, produk susu Australia yang populer yang disebut 'Coon Cheese' diganti namanya oleh pemiliknya menjadi 'Cheer Cheese' di tengah kekhawatiran bahwa konotasi rasial dari nama produk tersebut akan dianggap sebagai penghinaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini