Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kebutuhan Oksigen di Kaltim Masih Defisit, Menko PMK Minta Semua Pihak Berkontribusi

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Selasa, 27 Juli 2021 |02:12 WIB
Kebutuhan Oksigen di Kaltim Masih Defisit, Menko PMK Minta Semua Pihak Berkontribusi
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau kebutuhan oksigen medis di Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (26/7/2021).

Ia mendapatkan laporan, kebutuhan oksigen medis di Kalimantan mencapai 65 ton perhari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ton masih defisit belum dapat terpenuhi. Hal ini disebabkan di Kalimantan hanya ada tiga produsen oksigen.

"Karena itu dari pihak produsen juga sudah berusaha mendatangkan oksigen dari luar daerah. Terutama dari pulau Sulawesi, yaitu di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara," ujar Muhadjir Effendy, Senin (26/7/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, ketersediaan tabung oksigen di Kalimantan Timur juga menjadi permasalahan dimana ketersediaan tabung oksigen di Kalimantan Timur sudah semakin menipis.

"Sekarang mendesak adalah kebutuhan tabung oksigen, terutama yang 6 meter kubik karena itu sangat dibutuhkan masyarakat dan RS yang tangki oksigen liquid-nya sangat berkurang," kata Muhadjir Effendy.

Muhadjir Effendy juga mengimbau perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kalimantan Timur dan sekitarnya agar dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR).

Muhadjir Effendy menerangkan, perusahaan-perusahaan dapat meminjamkan tabung-tabung oksigen yang tidak dimanfaatkan kepada pabrik-pabrik dan filling station oksigen yang ada di Kalimantan Timur.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement