"Sali tahu tidak siapa yang mematahkan tangan boneka kakak?" tanya Saliha kepada Sali.
"Mmm tidak tahu kak," jawab Sali sambil geleng-geleng kepala.
"Kalau Sali mau memberi tahu, kakak janji tidak akan marah," kata Saliha lagi.
Akhirnya Sali berterus terang. "Tadi Sali tidak sengaja menginjak boneka kak Saliha. Maafkan Sali ya kak," kata Sali.
"Alhamdulillah kakak senang Sali mau jujur," kata Saliha memeluk Sali.
Sali selalu berkata jujur dan tidak pernah bohong. Ketika tidak sengaja merusak mainan Saliha dia meminta maaf. Sali juga mengingatkan kepada teman-temannya agar tidak berbohong kepada para orangtua dan guru.
"Adik-adik semua, Sali adalah contoh dia berani jujur dia berani cerita apa adanya. Walaupun tentang kesalahan. Tapi dia jujur. Jujur menimbulkan orang lain sabar dan memaklumi," kata Paman Anies usai bercerita.
Pelajarannya dari cerita ini jujur itu membuat suasana enak. Akhirnya Sali bisa dipercaya.
"Insyaallah adik-adik jadi anak jujur. Itu tadi cerita tentang Senangnya Selalu Jujur. Yuk rajin baca. Hebat kalian, salam hangat saya di Balai Kota DKI Jakarta. Mudah-mudahan adik-adik sehat ibu bapak sehat. Salam hangat, salam, sehat selalu," tutup Paman Anies.
(Sazili Mustofa)