Share

Taliban Bunuh Manajer Radio Afghanistan, Culik Wartawan

Antara, · Senin 09 Agustus 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 18 2453123 taliban-bunuh-manajer-radio-afghanistan-culik-wartawan-zQ60IItlMe.JPG Foto: Reuters.

KABUL - Pejuang Taliban diduga membunuh seorang manajer stasiun radio Afghanistan di Kabul dan menculik seorang wartawan di Provinsi Helmand, kata sejumlah pejabat pemerintah setempat pada Senin (9/8/2021).

Serangan terbaru itu menambah daftar panjang serangan Taliban yang menargetkan awak media.

BACA JUGA: Taliban Rebut Kota Zaranj, PBB Peringatkan 'Afghanistan Menuju Malapetaka' 

Orang-orang bersenjata menembak Toofan Omar, manajer stasiun radio Paktia Ghag, dan seorang pengurus NAI dalam pembunuhan yang ditargetkan di ibukota Kabul pada Minggu (8/8/2021).

NAI adalah kelompok pembela hak asasi yang mendukung media independen di Afghanistan.

"Omari dibunuh oleh orang-orang bersenjata tak dikenal...dia adalah orang liberal...kami menjadi sasaran karena bekerja secara independen," kata kepala NAI, Mujeeb Khelwatgar.

Para pejabat di Kabul menduga para pejuang Taliban telah melakukan serangan itu.

NAI pada bulan lalu melaporkan setidaknya 30 jurnalis dan pekerja media tewas, terluka atau diculik oleh kelompok militan di Afghanistan sepanjang tahun ini.

BACA JUGA: Pilot Angkatan Udara Afghanistan Tewas dalam Serangan Bom Taliban

Di provinsi selatan Helmand, para pejabat pada Minggu mengatakan pejuang Taliban telah menangkap seorang jurnalis lokal bernama Nematullah Hemat dari rumahnya di Lashkar Gah, ibukota provinsi tersebut.

"Sama sekali tidak ada petunjuk di mana Taliban telah menculik Hemat...kami benar-benar panik," kata Razwan Miakhel, kepala saluran TV swasta Gharghasht TV, tempat Hemat bekerja.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Seorang juru bicara Taliban mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak memiliki informasi tentang pembunuhan di Kabul atau jurnalis yang diculik di Helmand.

Koalisi organisasi berita Afghanistan telah menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan para pemimpin di Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk mendesak mereka agar memberikan visa imigrasi khusus kepada wartawan Afghanistan dan staf pendukung media.

Taliban merebut tiga kota di wilayah utara Afghanistan pada akhir pekan dan mengancam akan merebut lebih banyak lagi.

Taliban juga meningkatkan serangan terhadap pasukan pemerintah Afghanistan setelah Washington memutuskan untuk mengakhiri misi militer AS di negara itu pada akhir Agustus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini