"Tersangka berhasil kita ringkus di perjalanan pelarian, masih di wilayah Cisauk," ucapnya.
Dari pengakuannya kepada polisi, S mengaku melakukan aksi nekat itu baru pertama kali ini. Hal tersebut terpaksa dilakoni karena terbentur kebutuhan ekonomi dia dan keluarganya di rumah.
"Karena kebutuhan ekonomi, jadi dia menyebut baru kali ini melakukan aksi itu," terang Margana.
Polisi yang mendatangi kediaman pelaku S, sempat merasa iba setelah melihat kondisi keluarga yang tempat tinggal dan kehidupannya jauh dari kata layak. Bantuan paket Sembako pun diberikan. Sedangkan S tetap menjalani penahanan di Mapolsek Cisauk.
"Kita tetap berempati terhadap keluarganya, atas perintah Pak Kapolsek kita sudah salurkan bantuan. Kalau tersangka tetap kira tahan," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)