Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

JK: Taliban Tak Akan Usik KBRI di Afghanistan

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 16 Agustus 2021 |18:49 WIB
JK: Taliban Tak Akan Usik KBRI di Afghanistan
Jusuf Kalla (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) optimis Afghanistan tidak jatuh dalam pertumpahan darah dan perang saudara. Meski ibu kota Kabul telah jatuh ke tangan Taliban.

JK berujar, saat dirinya menjadi Wapres periode 2014-2019, dirinya beberapa kali terlibat dalam perundingan dan berbicara langsung dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, serta para petinggi Taliban.

Baca Juga:  Ratusan Orang Terlihat Putus Asa Berdesakan Naik Pesawat di Bandara Kabul

Bahkan, perwakilan Pemerintah Aghanistan dan pemimpin politik Taliban, secara bergantian diundang makan di kediaman dinas Wakil Presiden RI, Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat.

“Baik Taliban maupun Pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh tentara Amerika Serikat,” ujar JK, Senin (16/8/2021).

JK mengaku kenal baik dengan Presiden Ashraf Ghani dan Kepala Kantor Politik Taliban Mullah Abdul Gani Baradar. Akhir Desember tahun lalu, dirinya bertemu Presiden Ghani di Kabul.

Sedangkan Januari 2021 lalu JK bertemu Mullah Baradar di Doha, Qatar. Mereka akan berupaya menyelesaikan secara damai konflik di Afghanistan yang sudah berjalan hampir 30 tahun.

"Mereka (pihak Taliban) juga sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan, apalagi Kedubes RI," jelas JK.

Baca Juga:  Taliban Kuasai Ibu Kota Afghanistan, Indonesia Dorong Penyelesaian Politik Melalui Afghan-Owned

Lebih lanjut, ia menambahkan, dunia kini menantikan masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa. “Saya harapkan Afghanistan terbuka dengan kerjasama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerjasama perekonomian," imbuhnya.

Indonesia punya peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian kemarin, sehingga Pemerintah Indonesia juga harus mendukung upaya damai sekarang saat Taliban memimpin Afghanistan, pasca penarikan tentara asing akhir bulan Agustus ini.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement