Taliban Kuasai Afghanistan, Kurdi Khawatir AS Keluar dari Irak dan Suriah

Agregasi VOA, · Sabtu 21 Agustus 2021 06:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 18 2458799 taliban-kuasai-afghanistan-kurdi-khawatir-as-keluar-dari-irak-dan-suriah-Y3uXjwfadY.jpg Warga Afghanistan berkumpul dekat bandara di Kabul. (AFP via VOA)

MINORITAS Kurdi di Irak dan Suriah menganggap kehadiran pasukan Amerika Serikat (AS) penting untuk melindungi mereka. Melihat tayangan warga Afghanistan yang putus asa memegangi pesawat Amerika saat lepas landas, timbul pertanyaan serius akan masa depan mereka.

"Akankah skenario Afghanistan terulang di Irak?" adalah pokok berita utama dari dua program TV teratas wilayah Kurdistan Irak: Rudaw dan NRT, Selasa lalu.

Mereka merujuk pengambilalihan cepat Taliban atas Afghanistan pekan lalu ketika pasukan AS menarik diri dari negara itu.

Kurdi di Irak mampu mendapatkan wilayah otonomi setelah Perang Teluk 1991, ketika AS dan sekutu Barat membentuk zona larangan terbang kemanusiaan di Irak utara. Ketika kelompok ISIS mendapat perhatian pada 2014, pejuang Kurdi menjadi sekutu utama Amerika di lapangan. Itu memungkinkan Kurdi Suriah membentuk pemerintahan dan memproklamirkan diri di timur laut Suriah.

Dalam wawancara dengan VOA, Wakil Presiden Wilayah Kurdistan untuk Urusan Keamanan, Sheikh Jaafar Sheikh Mustafa, ingin meyakinkan warga Kurdi bahwa Irak tidak mungkin bernasib sama dengan Afghanistan karena "perbedaan besar" antara kedua negara.

"Menurut kami, pasukan koalisi tidak akan keluar dari Irak. Tetapi jika itu terjadi, komposisi Irak kini berbeda. Kami memiliki posisi presiden republik. Kami memiliki fraksi politik dan memiliki anggota Parlemen dan menteri-menteri di Irak," katanya.

Baca Juga : Kanselir Jerman dan Presiden Rusia Bertemu Bahas Afghanistan

Posisi teratas pemerintah di Irak terbagi menjadi faksi-faksi utama di negara itu. Kurdi memegang kursi kepresidenan, orang Syiah menjabat perdana menteri, dan orang Sunni menjabat ketua Parlemen. Bila pasukan AS ditarik, menurut Mustafa, pembagian kekuasaan dan pengakuan pemerintah Irak terhadap pasukan peshmerga Kurdi membuat konfrontasi pada masa depan antara kedua pemerintah tidak mungkin terjadi.

“Irak memiliki pasukan bersenjata dan keamanan di kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri. Di wilayah Kurdistan, kami memiliki pasukan peshmerga yang kuat yang, dianggap semua orang, mampu menghadapi kekuatan paling kejam di dunia, yaitu ISIS,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini