Perjuangkan Keadilan Setelah Diperkosa, Seorang Wanita Tewas Bakar Diri di Luar Mahkamah Agung

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 25 Agustus 2021 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 18 2461079 perjuangkan-keadilan-setelah-diperkosa-seorang-wanita-tewas-bakar-diri-di-luar-mahkamah-agung-5IO3NHkZZC.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

NEW DELHI - Seorang wanita berusia 24 tahun meninggal di rumah sakit pada Selasa (24/8/2021) sepekan setelah dia membakar dirinya sendiri di luar gedung Mahkamah Agung India di pusat Ibu Kota New Delhi. Wanita itu melakukan bakar diri sebagai bentuk protes, memperjuangkan kasus perkosaan yang melibatkan seorang anggota parlemen India.

Dalam sebuah pesan di Facebook pada 16 Agustus 2021, wanita itu, bersama seorang rekannya, mengatakan bahwa mereka putus asa untuk keadilan dalam kasus pemerkosaannya oleh Atul Rai, seorang anggota parlemen dari Partai Bahujan Samaj (BSP).

BACA JUGA: Laporkan Kasus Perkosaan, Perempuan di India Dibakar dalam Perjalanan ke Persidangan

Wanita yang berasal dari Kota Ghazipur di negara bagian Uttar Pradesh itu kemudian melakukan bakar diri di luar Mahkamah Agung India dan menderita 85 persen luka bakar di sekujur tubuhnya, demikian dilaporkan NDTV pada Rabu (25/8/2021).

Mengenai tuduhannya, wanita itu menuding pejabat polisi di Kota Varanasi, tempat dia mengajukan pengaduannya terhadap Rai karena diduga memperkosanya pada 2019, berkolusi dengan politisi dan kerabatnya.

BACA JUGA: Diperkosa Tetangga, Remaja Putri Bakar Diri

Meski Rai telah dipenjara sejak Juni 2019 sehubungan dengan kasus pemerkosaan, pejabat politikus itu telah dituding berusaha mencemarkan nama korban di media sosial.

Pada 4 Agustus 2021, pengadilan lokal di Varanasi mengeluarkan surat perintah tanpa jaminan terhadap wanita yang bertindak atas pengaduan yang diajukan oleh saudara laki-laki Rai yang mengklaim wanita itu telah memalsukan dokumen untuk menyembunyikan tanggal lahirnya.

Muak dengan berbagai masalah yang menyertai upayanya mencari keadilan, wanita itu bersama teman prianya mendatangi Mahkamah Agung India awal bulan ini. Mereka menyiram diri mereka dengan minyak tanah dan membakar diri mereka sendiri sebagai upaya bunuh diri di luar pengadilan tertinggi negara pada 16 Agustus.

Pria itu menderita luka bakar lebih dari 65 persen di tubuhnya dan kemudian meninggal karena luka tersebut pada 21 Agustus.

Pada 2019 kelompok reformasi pemilu bernama Association of Democratic Reforms (ADR) mengatakan bahwa lebih dari 40 persen anggota parlemen di Parlemen India menghadapi tuntutan pidana. Daftar kejahatan yang terkait dengan nama beberapa politisi India termasuk pemerkosaan, penculikan, dan pembunuhan, di antara yang lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini