Share

Menlu AS: Taliban Komitmen Evakuasi Lewati Tenggat Waktu 31 Agustus

Susi Susanti, Okezone · Kamis 26 Agustus 2021 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 18 2461279 menlu-as-taliban-komitmen-evakuasi-lewati-tenggat-waktu-31-agustus-4BOfztrQYM.jpg Evakuasi warga dari Afghanistan (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan Taliban telah berjanji untuk mengizinkan orang asing dan warga Afghanistan meninggalkan Afghanistan setelah 31 Agustus, ketika pengangkutan udara yang dikendalikan AS akan berakhir.

Dia mengatakan Washington dan sekutunya memiliki tanggung jawab untuk memegang Taliban pada komitmen itu.

Blinken mengatakan AS masih di jalur untuk menyelesaikan operasi di bandara Kabul pada akhir bulan. Masih ada ribuan orang di dalam dan di luar bandara yang ingin terbang keluar.

Lebih dari 82.000 telah diterbangkan dari Kabul, yang jatuh ke tangan Taliban 10 hari lalu. Para militan menentang perpanjangan tenggat waktu.

Blinken mengatakan sekitar 19.000 orang telah dievakuasi dengan penerbangan yang diorganisir AS dalam 24 jam terakhir, dengan peningkatan angkutan udara dalam beberapa hari terakhir di tengah suasana kekacauan.

(Baca juga: China Masukkan Ideologi Politik Presiden ke Kurikulum Sekolah)

"Hanya Amerika Serikat yang dapat mengatur dan menjalankan misi dengan skala dan kompleksitas ini," terangnya kepada wartawan di Washington.

"Taliban telah membuat komitmen publik dan swasta untuk menyediakan dan mengizinkan perjalanan yang aman bagi orang Amerika, untuk warga negara ketiga dan warga Afghanistan yang berisiko melewati 31 Agustus," lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa AS akan membantu mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan tidak hanya selama misi evakuasi dan relokasi, tetapi setiap hari sesudah evakuasi.

(Baca juga: Kepala Polisi Thailand Diburu Usai Video Penyiksaan dan Pembunuhan Viral)

Hingga 1.500 warga negara AS diketahui masih berada di negara itu dan pemerintah sedang melakukan upaya menyeluruh untuk melacak mereka.

Pejabat AS mengatakan kepada Wall Street Journal jika CIA dan militer AS telah melakukan operasi rahasia untuk mengekstraksi orang Amerika menggunakan helikopter dan pasukan darat.

Surat kabar itu mengatakan operasi berbahaya terjadi di dalam dan di luar Kabul.

Pentagon mengatakan 10.000 orang masih menunggu untuk dievakuasi dari bandara Kabul dengan pesawat AS. Ada ketakutan bagi ribuan warga Afghanistan yang putus asa untuk pergi tetapi tidak dapat mencapai lokasi tersebut.

Koresponden BBC mengatakan banyak dari mereka yang ditolak oleh Taliban di gerbang bandara tampaknya memiliki surat perjalanan.

Presiden Joe Biden mentweet bahwa AS akan "melakukan segalanya" untuk "menyediakan evakuasi yang aman".

Biden telah menolak seruan dari sekutu untuk memperpanjang batas waktu 31 Agustus. Para pejabat AS mengatakan ada ancaman signifikan bahwa gerilyawan yang terkait dengan kelompok Negara Islam dapat menargetkan bandara.

Sementara itu, Inggris dan negara-negara lain juga bergegas untuk mengevakuasi warga negara mereka, serta staf Afghanistan dan pemegang visa, sebelum tenggat waktu. Inggris mengatakan operasi evakuasinya bergerak dengan kecepatan yang signifikan, dengan sekitar 1.200 orang diterbangkan pada Rabu (25/8).

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan pemerintahnya akan menggunakan "setiap jam dan hari yang tersisa" untuk menerbangkan warga negara Inggris dan warga Afghanistan yang memenuhi syarat.

Pada Rabu (25/8), Kantor Luar Negeri Inggris mendesak warganya untuk tidak bepergian ke sana karena risiko serangan teror.

Bandara Kabul saat ini dijaga oleh 5.800 tentara AS dan 1.000 tentara Inggris.

Adapun Turki mengumumkan bahwa mereka telah mulai menarik pasukannya keluar dari Afghanistan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini