Tujuh Desa di Kabupaten Tojo Una-Una Terdampak Gempa M5,8

Antara, · Kamis 26 Agustus 2021 21:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 340 2461769 tujuh-desa-di-kabupaten-tojo-una-una-terdampak-gempa-m5-8-PqaUyYSJtA.jpg Kerusakan akibat gempa di Kabupaten Tojo Una-Una (Foto: BNPB)

JAKARTA - Sebanyak tujuh desa atau kelurahan di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah terdampak gempa berkekuatan Magnitudo 5,8 yang melanda pada Kamis (26/8/2021) pagi. Hal tersebut berdasarkan kaji cepat, data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pukul 14.20 WIB.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, wilayah terdampak tersebar di tujuh desa atau kelurahan di tiga kecamatan, yaitu Desa Pusungi di Kecamatan Ampana Tete, Kelurahan Uentanaga Atas.

Baca Juga:  BPBD Tojo Una-Una: 21 Rumah Warga Rusak Akibat Gempa M5,8

Kemudian, Muara Toba dan Dondo Barat di Kecamatan Ratolindo serta Kelurahan Bailo, Ampana dan Labiabae di Kecamatan Ampana Kota. Abdul menyebut dari data tersebut, tercatat total rumah rusak sebanyak 21 unit, dengan rincian rumah rusak berat dua unit, rusak sedang satu unit dan rusak ringan 18 unit.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum berupa rumah sakit rusak ringan satu unit dan masjid rusak ringan satu. Sebelumnya juga diinformasikan satu warga meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Kemudian, sebanyak 500 warga Kabupaten Tojo Una-Una masih mengungsi sementara waktu di dataran tinggi untuk menghindari dampak gempa susulan. Abdul menjelaskan dari analisis kondisi geologi, wilayah Tojo Una-Una merupakan perbukitan bergelombang hingga terjal, lembah dan dataran pantai.

Baca Juga:  BMKG: Sejak 1923 Tojo Una-Una 8 Kali Diguncang Gempa yang Merusak

Sedangkan daerah Kecamatan Ampana, wilayah ini berupa dataran pantai yang tersusun oleh endapan kuarter.

"Menurut analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), susunan geologi daratan Tojo Una-Una mengalami proses pelapukan secara alami yang bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak. Kondisi ini akan memperburuk apabila terjadi guncangan gempa," ujar dia melalui keterangan tertulis.

Dia menambahkan, potensi lain yang dapat terjadi yaitu adanya gerakan tanah atau longsoran akibat guncangan kuat di daerah tersebut, atau dipicu oleh curah hujan tinggi. Menurut PVMBG, melihat lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, kejadian gempa pagi tadi berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo (M)5,8 pada Kamis pagi terjadi pada kedalaman 10 km dan berpusat 44 km barat laut Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Dari analisis BMKG, skala Modified Mercalli Intensity (MMI), kekuatan gempa wilayah Ampana berada pada IV – V MMI, Poso IV MMI, Morowali III MMI, Luwu Timur dan Parigi Moutong II – III MMI, Palu, Toli-Toli dan Buol II MMI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini