JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengumumkan jika musim hujan untuk periode tahun 2021-2022 tidak akan berjalan normal. Berikut beberapa proyeksi yang disampaikan BMKG:
1. Hampir 50% wilayah Indonesia mengalami musim penghujan maju di September-Oktober
Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim hujan dengan merata klimatologis awal musim hujan periode 1981 sampai 2010, itu kita jadikan referensi rerata klimatologis, maka awal musim hujan tahun 2021 hingga 2022 ini diprakirakan maju, jadi total majunya sebanyak 45,9% dari zona musim.
BACA JUGA: BMKG: Waspada Hujan Es, Petir hingga Puting Beliung pada Tahun Ini
“Jadinya hampir 50% wilayah Indonesia atau zona musim mengalami musim hujan yang maju. Artinya sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan yang maju, tadi bulan September-oktober, September-Oktober,” papar Dwikorita.
2. La Nina berpotensi terjadi pada Desember 2021
BMKG memprediksi anomali iklim La Nina akan berpotensi terjadi pada Desember akhir tahun 2021 ini. BMKG pun mengingatkan potensi cuaca ekstrem.
Dwikorita Karnawati mengatakan saat ini El Nino masih dalam kondisi netral. El Nino Southern Oscillation apapun Indian Ocean Dipole ini yang mempengaruhi faktor iklim di Indonesia. Keduanya adalah faktor iklim yang penting yang mempengaruhi variabilitas curah hujan di Indonesia.
BACA JUGA: BMKG: Musim Hujan Dimulai September, Datang Lebih Awal
Namun, Dwikorita mengungkapkan dari parameter anomali iklim Global di wilayah Indonesia akan berpotensi terjadi La Nina pada akhir tahun ini.
“Namun berdasarkan pemantauan parameter anomali iklim Global oleh BMKG dan institusi-institusi Internasional lainnya terdapat indikasi atau gejala atau peluang bahwa kondisi netral tersebut akan berkembang menjadi La Nina pada akhir tahun 2021 yaitu diperkirakan di sekitar bulan Desember ya. Sekitar, akhir tahun jadi sekitar bulan Desember diperkirakan ada peluang untuk terjadi La Nina,” ungkap Dwikorita.
3. Puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari
“Puncak musim hujan periode 2021 hingga 2022 sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari, akan terjadi pada bulan Januari dan Februari,” ungkap Dwikorita.
Selain itu, Dwikorita mengatakan bahwa sejumlah wilayah Indonesia akan mengalami musim penghujan dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya. “Tidak hanya itu sejumlah wilayah di Indonesia juga diprediksi akan mengalami musim hujan dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya,” paparnya.
4. Potensi bencana hidrometeorologi datang lebih awal dari normal
“Izin saya sampaikan bahwa BMKG memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi menyusul prediksi musim hujan yang akan datang lebih awal, lebih awal dari normalnya atau dari biasanya pada tahun 2021 ini,” ungkap Dwikorita.
5. Daerah dengan intensitas hujan tinggi
Dwikorita mengatakan bahwa sejumlah wilayah Indonesia akan mengalami musim penghujan dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya.
“Tidak hanya itu sejumlah wilayah di Indonesia juga diprediksi akan mengalami musim hujan dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya,” paparnya.
Dwikorita mengatakan bahwa wilayah Indonesia yang mengalami musim hujan dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya yakni di sebagian Aceh, kemudian Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian barat hingga Selatan, Sulawesi, Maluku Utara bagian barat, Pulau Seram bagian Selatan dan Papua bagian selatan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.