Polres OKI Pindahkan 40 Tahanan Imbas Pengeroyokan Maut

Antara, · Kamis 02 September 2021 02:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 610 2464786 polres-oki-pindahkan-40-tahanan-imbas-pengeroyokan-maut-yUqoLBmUNS.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

OKI - Polres Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, memindahkan puluhan tahanan mereka ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kayuagung. Hal ini dilakukan usai pengeroyokan terhadap tahanan lainnya hingga mengakibatkannya tewas.

Kapolres Ogan Komering Ilir, AKBP Ajun Diliyanto mengatakan pemindahan tersebut untuk membuat kondusif kondisi tahanan di sel tahanan mapolres, sehingga potensi peristiwa beberapa waktu lalu tidak terulang kembali.

“Sejumlah 40 orang tahanan dipindahkan ke lapas kelas IIB Kayuagung, dilakukan secara bertahap, hingga menyisakan 100 orang tahanan," ucap dia, melansir Antara, Rabu (1/9/2021).

Peristiwa pengeroyokan tersebut dialami oleh seorang tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu yaitu Benny (45), warga Desa Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir.

Bermula saat ia ditahan di kamar sel nomor 2 pada Rabu (4/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat berada di kamar sel tersebut tersangka sekaligus korban itu mendapat sambutan yang kurang baik dari tahanan lainnya lantaran ia dituding sebagai "cepu" atau informan polisi.

Sehingga akibat tudingan tersebut, memicu dendam dari tahanan lainnya yang menyakini kejahatan mereka lakukan terungkap oleh korban.

Korban dikeroyok, dengan cara dipukuli, ditendang sambil dipaksa jalan jongkok di kamar sel nomor dua dan nomor lima.

Korban mengalami luka dan memar di sekujur tubuhnya, hingga petugas mendapati dalam kondisi lemas dan harus dilarikan ke rumah sakit. Namun nahas, korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia pada Kamis (5/8) 03.30 WIB.

Baca Juga : Ancam Warga dengan Golok, Pria Mengaku Jenderal Bintang Dua Dikeroyok

Dalam kasus tersebut polisi menetapkan 20 orang tahanan menjadi tersangka.

Pertama pada Rabu (11/8) ada 12 orang tersangka yaitu Hassanudin, Ipan, Abas, Angga, Solihin, Hermansyah, Irpan, Robinson, Ahmad Yani, Rendika, Dedi Apriyanto dan Andri.

Lalu pada Senin (30/8) bertambah delapan orang tersangka lagi yakni, Adi Chandra, Nurul Arifin, Andri Agus Sumantri, Wagiman, Jauhari, Dipo, Anex dan Pete alias Subur.

Hingga kini proses penyidikan masih dilakukan dan memungkinkan adanya nama tersangka baru dalam kasus tersebut.

Para tersangka dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP atau pasal 170 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini