BPBD Kabupaten Gorontalo Utara melaporkan kondisi saat terjadi banjir, tinggi muka air sekitar 150 - 200 sentimeter. Hasil pemantauan terkini Senin, dilaporkan banjir sudah berangsur surut. Para warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing namun masih waspada terhadap potensi banjir susulan.
Banjir ini juga berdampak pada jebolnya tanggul yang terletak di Desa Milango. BPBD Kabupaten Gorontalo Utara sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Sungai untuk melakukan penanganan.
Baca Juga: Hujan Deras, 2 Desa di Poliwali Mandar Terendam Banjir
Berdasarkan analisis InaRisk Kabupaten Gorontalo Utara merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. "Sebanyak 9 kecamatan berada pada potensi tersebut termasuk kecamatan Tomilito," tuturnya.
Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, prakiraan awal musim hujan pada tahun ini, wilayah Gorontalo diprediksi memasukinya pada bulan September hingga November 2021. Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.