Angin Puting Beliung Terjang Lampung Timur, Belasan Rumah Warga Rusak

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 07 September 2021 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 340 2467639 angin-puting-beliung-terjang-lampung-timur-belasan-rumah-warga-rusak-cjnfZtcUYf.jpg Foto: BNPB

JAKARTA – Peristiwa angin puting beliung menerjang Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung pada Selasa (7/9/2021).

(Baca juga: Viral! Mata Elang Babak Belur Dikeroyok Massa Usai Rampas Motor Ojol)

Fenomena alam ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga mengalami rusak, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur memaparkan, sebanyak 16 rumah terdampak dengan rincian 4 rumah rusak berat dan 12 rumah rusak ringan. Selain itu, terdapat fasilitas umum yang terdampak yakni 1 unit bangunan sekolah SD dan 1 unit bangunan Mushola.

(Baca juga: Deddy Corbuzier Singgung Kenapa Bandar Narkoba Tak Diekspose, Ini Kata Kapolda Metro)

“Sebanyak 1 Desa dan 2 Dusun di Kecamatan Labuhan Maringgai terdampak akibat fenomena angin puting beliung yakni Dusun IX dan Dusun VII yang terletak di Desa Margasari,” Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

BPBD juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan darurat, seperti evakuasi warga, kaji cepat dan melakukan koordinasi lintas instansi.

“BPBD memantau kondisi cuaca yang masih mendung dan berpotensi hujan. Selain itu, tim gabungan dan masyarakat setempat bergotong royong untuk melakukan pemotongan atau pembersihan pohon-pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan,” urainya.

Sementara itu, derdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan sebagian besar wilayah Sumatera memasuki musim hujan pada bulan September hingga November.

Abdul mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kepentingan agar waspada terhadap potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat, puting beliung serta potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi .

“Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini