Korut Pamerkan Pasukan Berbaju Hazmat pada Parade HUT Ke-73, Tak Ada Rudal

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 09 September 2021 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 18 2468974 korut-pamerkan-pasukan-berbaju-hazmat-pada-parade-hut-ke-73-tak-ada-rudal-GwczcTCN1l.JPG Personel dengan pakaian hazmat oranye berbaris selama parade yang digelar pada peringatan 73 tahun pendirian Korea Utara di Laoangan Kim Il Sung, Pyongyang, Korea Utara, 9 September 2021. (Foto: Reuters)

SEOUL - Korea Utara merayakan ulang tahun ke-73 pendiriannya dengan parade militer malam hari di ibu kota. Media pemerintah pada Kamis (9/9/2021) menerbitkan foto barisan personel yang mengenakan pakaian hazmat oranye, tetapi tidak ada rudal balistik yang dipamerkan seperti pada parade-parade sebelumnya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menghadiri acara tersebut saat paramiliter dan pasukan keamanan publik Pengawal Merah Pekerja-Petani, pasukan pertahanan sipil terbesar di negara itu, mulai berbaris di alun-alun Kim Il Sung Pyongyang pada Rabu (8/9/2021) tengah malam, demikian dilaporkan kantor berita KCNA.

BACA JUGA: Korea Utara Gelar Parade Militer Peringati HUT Nasional

Rodong Sinmun, surat kabar Partai Buruh yang berkuasa, menerbitkan foto-foto pasukan dengan setelan hazmat oranye dengan masker kelas medis sebagai simbol nyata dari upaya anti-coronavirus, dan pasukan yang memegang senapan berbaris bersama.

Beberapa senjata konvensional juga dipamerkan, termasuk beberapa peluncur roket dan traktor yang membawa rudal anti-tank.

Tetapi tidak ada rudal balistik yang terlihat atau disebutkan dalam laporan tersebut, dan Kim tidak menyampaikan pidato apa pun, tidak seperti Oktober lalu ketika ia membanggakan kemampuan nuklir Korea Utara dan memamerkan rudal balistik antarbenua yang sebelum belum pernah diperlihatkan.

BACA JUGA: Pengadilan Jepang Panggil Kim Jong-un Atas Dugaan Pembelot Korut

"Kolom pencegahan epidemi darurat dan Kementerian Kesehatan Masyarakat penuh dengan antusiasme patriotik untuk menampilkan keunggulan sistem sosialis di seluruh dunia, sambil dengan tegas melindungi keamanan negara dan rakyatnya dari pandemi di seluruh dunia," demikian dilaporkan KCNA.

Korea Utara belum mengonfirmasi kasus Covid-19, tetapi menutup perbatasan dan memberlakukan tindakan pencegahan yang ketat, melihat pandemi sebagai masalah kelangsungan hidup nasional.

Ini adalah pertama kalinya sejak 2013 Korea Utara menggelar parade dengan 5,7 juta personel Pengawal Merah Pekerja-Petani, yang diluncurkan sebagai pasukan cadangan setelah keluarnya pasukan China yang berjuang untuk Utara dalam Perang Korea 1950-53.

Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, mengatakan bahwa tidak tampaknya senjata strategis dan fokus pada pasukan keamanan publik menunjukkan bahwa Kim berfokus pada masalah domestik seperti Covid-19 dan ekonomi.

"Parade tampaknya dirancang secara ketat sebagai festival domestik yang bertujuan untuk mempromosikan persatuan nasional dan solidaritas rezim," kata Yang.

"Tidak ada senjata nuklir dan Kim tidak memberikan pesan saat berada di sana, yang dapat dimaksudkan untuk menjaga acara tetap sederhana dan memberikan ruang untuk manuver untuk pembicaraan masa depan dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan."

Pembicaraan yang bertujuan membujuk Korea Utara untuk menyerahkan senjata nuklir dan persenjataan rudal balistiknya telah terhenti sejak 2019.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan akan mengeksplorasi diplomasi untuk mencapai denuklirisasi Korea Utara, tetapi tidak menunjukkan kesediaan untuk memenuhi tuntutan Korea Utara untuk pelonggaran sanksi.

Pengaktifan kembali hotline antar-Korea pada Juli meningkatkan harapan untuk memulai kembali pembicaraan denuklirisasi. Tetapi Korea Utara berhenti menjawab panggilan itu ketika Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan latihan militer tahunan mereka bulan lalu, yang telah diperingatkan oleh Pyongyang dapat memicu krisis keamanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini