"Kalau saya periksa 100 orang setahun, satu orang punya rekening empat atau lima, terus ada anak dan istri, berarti ada 500 rekening saya minta ke bank dan isi bukti transfer yang saya curigai, banknya klenger. Makanya saya sampaikan terima kasih kepada bank-bank itu," ungkapnya.
Pahala berpendapat bahwa para koruptor saat ini makin sulit untuk menyembunyikan harta kekayaannya. Sebab, KPK makin canggih dan cepat dalam menelisik harta kekayaan mereka. Kalaupun ada, kata Pahala, hasil korupsinya tersebut disamarkan lewat atasnama orang lain.
"Ya orang sekarang kalau mau nyolong, ada kesempatannya cuma atasnamain sopir, udah paling itu doang. Atau beli rumah atasnama sopir, tapi ya gitu deg-degan. Makanya kita buat susah aja urusannya," papar Pahala.
"Intinya makin susah. Kalau bisa sih bisa, tapi ya makin susah nyamarinnya. Bisa aja pake nama pembantu, sopir, saudara, tapi deg-degan aja kan, kit buat susah lah pokoknya," sambungnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.