Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Timbunan Sampah di TPST Bantargebang Capai Batas, Pemprov DKI Optimalkan Landfill Mining dan RDF Plant

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Minggu, 12 September 2021 |14:06 WIB
Timbunan Sampah di TPST Bantargebang Capai Batas, Pemprov DKI Optimalkan Landfill Mining dan RDF Plant
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi semakin mencapai batas maksimal. Berdasarkan data Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST ) Bantargebang ketinggian mencapai 50 meter di area seluas 104 hektar dan jumlah sampah per hari sebanyak 7.400 ton.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui UPST Dinas Lingkungan Hidup terus mencari solusi untuk mencari alternatif Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bagi sampah di Ibu Kota. Salah satu solusi dengan proses Landfill Mining atau pengolahan sampah lama dengan teknologi terkini dan ramah lingkungan.

BACA JUGA: Gunung Sampah Bantargebang Makin Tinggi Namun DKI Klaim Volume Berkurang 

"Proses landfill mining pada timbunan sampah lama akan diolah dengan proses teknologi terkini dan ramah lingkungan untuk menjadi produk RDF. Sumber sampah yang diolah pada fasilitas pengolahan sampah LM dan RDF Plant dikategorikan menjadi dua, yaitu sampah baru dan landfill mining," terang akun Instagram @dkijakarta dalam infografis, Minggu (12/9/2021).

BACA JUGA: Kisah MTs di Tengah TPST Bantargebang, Mencerdaskan Anak-Anak Pemulung

"Berasal dari sampah harian yang masuk TPST Bantargebang hingga mencapai 7.400 ton per hari. Landfill mining merupakan sampah-sampah lama yang mencapai ketinggian 50 meter," sambungnya.

Pemprov DKI menambahkan sampah dikelola melalui proses pengolahan mekanis yang menghasilkan keluaran berupa RDF. Adapun mekanismenya sebagai berikut landfill mining dan sampah baru masuk ke proses refused derived fuel kemudian menghasilkan RDF Fluffy.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement