Iran Akan Izinkan Pengawas Nuklir PBB

Susi Susanti, Okezone · Senin 13 September 2021 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 18 2470356 iran-akan-izinkan-pengawas-nuklir-pbb-b0NkynTElU.jpg Badan Energi Atom Internasional (IAEA) (Foto: Anadolu Agency)

IRAN - Menurut pernyataan bersama oleh pejabat dari Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran akan mengizinkan inspektur pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melayani peralatan pemantauan nuklir di negara itu.

Kesepakatan itu muncul menjelang pertemuan penting IAEA pada Senin (13/9) - dan telah disebut-sebut sebagai tanda bahwa hubungan antara Iran dan IAEA bergerak maju menyusul kehancurannya dalam beberapa tahun terakhir.

"Para pihak mengingatkan dan menegaskan kembali semangat kerja sama dan saling percaya serta kelanjutannya dan menekankan pada perlunya mengatasi masalah yang relevan dalam suasana yang konstruktif dan secara eksklusif secara teknis," kata Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Mohammad Eslami dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dalam pernyataan bersama pada Minggu (12/9).

(Baca juga: Pria yang Tampar Presiden Prancis Tidak Menyesal, Terima Banyak Surat Dukungan)

Seperti dikutip kantor berita Iran Tasnim, Eslami mengatakan negosiasi pada Minggu (12/9) adalah "konstruktif."

"Kami telah sepakat dalam pertemuan IAEA berikutnya bahwa Iran akan berpartisipasi dan di sela-sela pertemuan kami akan melanjutkan negosiasi," terangnya.

"Kami juga sepakat bahwa kepala IAEA akan melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu dekat dan akan bernegosiasi dengan para pejabat. Bagi kami membangun kepercayaan sangat penting dan kami ingin saling percaya antara Iran dan IAEA - itu penting," lanjutnya.

(Baca juga: Korea Utara Klaim Berhasil Tembakkan Rudal Jarak Jauh)

Menurut pernyataan tersebut, yang mengikuti pertemuan dua kepala di Teheran selama akhir pekan, inspektur IAEA akan diizinkan untuk memperbaiki peralatan dan mengganti media penyimpanan mereka yang akan disimpan di bawah segel bersama IAEA dan AEOI di Republik Islam.

Iran sebelumnya mengatakan pihaknya berencana untuk mencegah IAEA meninjau rekaman video beberapa situs nuklir sampai ada kesepakatan untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015 yang ditandatangani dengan AS, Inggris, Prancis, Rusia, China, dan Jerman. Di bawah ketentuan kesepakatan, Iran telah menyetujui pembatasan dan pemantauan internasional pada pengembangan nuklirnya, dengan imbalan keringanan sanksi. Namun, kesepakatan itu telah goyah sejak penarikan Presiden Donald Trump dari pakta tersebut pada 2018.

Setelah kesepakatan pada Minggu (12/9), IAEA akan dapat setidaknya melayani peralatan untuk pemantauan nuklir di Iran.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini