Perampokan 2 Toko Emas di Medan Terencana, Sudah Observasi dan Rekrut Anggota

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 15 September 2021 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 608 2471954 perampokan-2-toko-emas-di-medan-terencana-sudah-observasi-dan-rekrut-anggota-uOpVMOtTj8.jpg Polisi tangkah pelaku perampokan toko emas di Medan (Foto : Okezone.com/Wahyudi)

MEDAN - Polisi telah mengungkap hasil penyelidkan mereka terhadap kasus perampokan bersenjata api terhadap dua toko emas di Pasar Simpang Limun, Kota Medan, yang terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021 lalu.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra, mengatakan bahwa aksi perampokan itu telah direncanakan secara matang oleh para pelaku. Tersangka Hendrik (38) warga Jalan Paluh Kemiri, Lubukpakam. Deliserdang, Sumatera Utara, yang ditembak mati Polisi dalam upaya pengungkapan kasus itu, merupakan otak perencana aksi perampokan tersebut.

"Tersangka H yang merencanakan dan merekrut 4 tersangka lainnya untuk melakoni aksi perampokan itu," kata Panca saat memaparkan pengungkapan kasus itu di Mapolda Sumut, Rabu (15/9/2021).

Selain Hendrik, kata Panca, keempat tersangka lain yakni Farel (21), warga Jalan Garu I GG Manggis, Medan Amplas, Kota Medan. Kemudian tersangka Paul (32) warga Jalan Menteng, Medan Denai, Kota Medan. Lalu tersangka Prayogi alias Bejo (26), warga Jalan Bangun Sari. Medan Johor, Kota Medan serta tersangka Dian.

"Tersangka Hendrik meminta tersangka Dian untuk mencari orang. Kemudian setelah dipertemukan ada 3 orang masing-masing Paul , Farel dan Prayogi alias Bejo," terangnya.

Sebelum melakukan aksi perampokan itu, kata Panca, para pelaku juga sempat melakukan observasi ke lokasi target mereka. Peninjaun dilakukan pada siang hari, 25 Agustus 2021 lalu.

"Tersangka Paul, Farel dan Prayogi yang melakukan observasi. Mereka yang lalu menentukan targetnya. Mereka lalu lapor ke Hendrik dan esoknya mereka melakukan perampokan itu," pungkasnya.

Baca Juga : Satu Tersangka Perampokan Toko Emas Ditembak Mati

Dalam menjalankan aksinya, sambung Panca, para tersangka juga melakukan persiapan cukup matang. Mereka bahkan menutup sidik jari mereka dengan plester agak tak meninggalkan jejak di lokasi kejadian. "Kalau untuk kenderaan yang mereka gunakan, itu kenderaan curian," tukasnya

Dalam aksi perampokan itu, para tersangka membawa kabur sekitar 6,8 kilogram emas. Nilainya diperkirakan mencapai Rp6,5 miliar. Akibat aksi perampokan itu, seorang juru parkir di Pasar Simpang Limun juga ditembak para tersangka karena menghalangi mereka saat akan melarikan diri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini