BOGOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko memprediksi cuaca di wilayah Bogor berpotensi dilanda cuaca ekstrim dalam sepekan ke depan. Hal itu dipicu peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan.
"Masuk musim hujan dan puncaknya biasanya terjadi pada Desember-Januari. Justru kecenderungan cuaca ekstrem terjadi di bulan-bulan peralihan musim seperti September dan Oktober," kata Kepala BMKG Citeko, Fatuhri kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).
Baca juga: Penampakan Pohon Besar Timpa Mobil Akibat Cuaca Ekstrem di Depok
Pihaknya pun mencatat, rata-rata curah hujan tinggi terjadi di wilayah Bogor dan Depok kemarin di atas 100 mm perhari, atau di atas 20 mm perjam. Jumlah itu di atas rata-rata normal yakni 50 mm perhari.
"Hembusan angin kemarin rata-rata 42 kilometer perjam. Normalnya 20 kilometer perjam," tambahnya.
Baca juga: 5 Fakta Cuaca Ekstrem Terjang Depok, Hujan Es hingga Atap Rumah Terbang
Di samping itu, lanjut Fatuhri, meminta masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda akan terjadinya cuaca ekstrim. Fenomena itu secara kasat mata ditandai siang terik dan muncul awan berbentuk bunga kol.
"Tanda-tanda akan terjadinya cuaca ekstrem, satu hari sebelumnya udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Siang sangat terik dan hembusan angin cukup kencang," katanya.