PBB: 14.000 Senjata Nuklir Ditimbun, Bumi Hadapi Ancaman Tertinggi Pemusnahan Nuklir dalam 40 Tahun

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 27 September 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 18 2477376 pbb-14-000-senjata-nuklir-ditimbun-bumi-hadapi-ancaman-tertinggi-pemusnahan-nuklir-dalam-40-tahun-LCjMU0KFWz.jpg Ilustrasi senjata nuklir (Foto: Reuters)

AMERIKA SERIKATSekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengatakan bumi bisa menuju 'pemusnahan nuklir' dengan ancaman mencapai level tertinggi dalam empat puluh tahun.

Guterres mengatakan penghancuran atom massal diduga semakin "sangat dekat" karena adanya perlombaan senjata nuklir dunia.

Karena itu, dia mendesak negara-negara yang bersalah telah "menimbun hampir 14.000 senjata nuklir" untuk menandatangani Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif dengan harapan akan mencegah krisis tersebut.

Peringatan mengerikan itu muncul setelah beberapa negara terbesar di dunia telah menguji dan "memamerkan" senjata destruktif yang kuat dan dapat mengakibatkan konflik yang tidak dapat dibalikkan.

 (Baca juga: PBB: Rakyat Afghanistan Perlu Bantuan untuk Hidup)

"Sekarang adalah waktunya untuk berhenti menggunakan konflik nuklir untuk selamanya, menghilangkan senjata nuklir dari dunia kita, dan mengantarkan era baru yaitu kepercayaan dan perdamaian," terangnya melalui cuitan.

Dilansir dari laporan The Sun, aliansi baru dengan Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Australia semakin meningkatkan ketakutan akan kemungkinan Perang Dunia Ketiga.

Jenderal tersebut sebelumnya telah berbicara tentang keprihatinannya dengan Korea Utara, China, dan AS yang tidak mendukung Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif.

(Baca juga: PBB dan NATO Kecam Ledakan Bom Bunuh Diri di Kabul) 

Pakta perdamaian ini pada awalnya ditandatangani oleh 185 negara pada tahun 1996 tetapi belum berlaku selama dua puluh tahun kemudian.

"Kami terlalu lama berada dalam keadaan yang tidak pasti ini,” ujarnya.

Izumi Nakamitsu, Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Perlucutan Senjata PBB, juga berbagi ketakutannya akan senjata nuklir yang tidak terkendali.

"Dalam hal tertentu, jika kamu benar-benar serius untuk menghilangkan senjata nuklir, maka, tentu saja, semua negara pemilik senjata nuklir lainnya harus datang ke meja pertemuan dan memikirkan bagaimana cara melakukannya,” ungkapnya kepada Sputnik News.

Seruan global yang mendesak untuk perdamaian datang setelah seorang diplomat China memperingatkan bahwa negara itu harus memeriksa kembali janji untuk hanya menggunakan nuklir mereka sebagai pembalasan - menyusul pembentukan aliansi baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini