Dalang Pembantaian 800.000 Orang Selama Genosida Rwanda Meninggal di Penjara Mali

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 27 September 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 18 2477383 dalang-pembantaian-800-000-orang-selama-genosida-rwanda-meninggal-di-penjara-mali-5zqV5m7cDp.jpg Mantan Kolonel Militer Rwanda Theoneste Bagosora. (Foto: Reuters)

BAMAKO - Seorang mantan kolonel tentara Rwanda yang dituduh mendalangi pembantaian 800.000 orang selama genosida 1994 telah meninggal di penjara di Mali, demikian dilaporkan pejabat Mali, Sabtu (25/9/2021).

Theoneste Bagosora menjalani hukuman 35 tahun setelah dinyatakan bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda (ICTR). Hukumannya telah dikurangi dari penjara seumur hidup.

BACA JUGA: Paul Rusesabagina, Pahlawan 'Hotel Rwanda' Divonis 25 Tahun Penjara Atas Tuduhan Terorisme

"Sudah dikonfirmasi. Dia berusia di atas 80 tahun, dia sakit parah, dengan masalah jantung. Dia dirawat di rumah sakit beberapa kali dan menjalani tiga operasi. Dia meninggal hari ini di sebuah klinik," kata seorang sumber di administrasi penjara Mali yang tidak mau disebutkan namanya kepada Reuters. .

Sumber kedua di Pengadilan Banding Bamako mengonfirmasi kematian tersebut.

Jaksa menuduh Bagosora, direktur kabinet di kementerian pertahanan, mengambil kendali urusan militer dan politik di negara Afrika tengah itu setelah Presiden Juvenal Habyarimana tewas ketika pesawatnya ditembak jatuh pada 1994.

BACA JUGA: Mantan Wali Kota Rwanda Divonis Seumur Hidup Atas Peran dalam Genosida 1994

Pengadilan yang berbasis di Tanzania menuduh Bagosora bertanggung jawab atas pasukan dan milisi Interahamwe Hutu yang membunuh sekitar 800.000 minoritas Tutsi dan Hutu moderat dalam 100 hari.

Jenderal Kanada Romeo Dallaire, kepala penjaga perdamaian PBB selama genosida, menggambarkan Bagosora sebagai "gembong" di balik pembunuhan dan mengatakan mantan kolonel itu mengancam akan membunuhnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini