MEMBENTANG sepanjang 116 kilometer dan menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Tol Cipali sudah dikenal dengan banyaknya kecelakaan yang terjadi di sepanjang jalannya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa kecelakaan terparah yang pernah terjadi di Tol Cipali.
Januari 2021
Senin (11/1/2021), kecelakaan menyebabkan sebuah mobil Isuzu elf terguling di kilometer 107. 800 Tol Cipali, tepatnya Kampung Salahaur, Desa Jabong, Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang. Sopir yang berinisial S (25) diduga mengemudikan mobil dalam keadaan mengantuk. Hal ini menyebabkan mobil oleng dan akhirnya terguling. Akibat kejadian ini, total empat orang meninggal dan satu orang mengalami luka ringan.
November 2020
Pada Senin (30/11/2020) dini hari, terjadi sebuah kecelakaan yang melibatkan mobil elf dan dua mobil tronton di Tol Cipali KM 78 jalur A 9, Kabupaten Purwakarta. Peristiwa ini bermula dari sebuah mobil elf yang datang dari Jakarta ke Cirebon, kemudian menabrak dua buah truk tronton secara beruntun. Hal ini mengakibatkan delapan orang meninggal, dua orang luka berat dan satu orang luka ringan. Namun, saat mendapatkan peralatan medis, kedua orang luka berat ini dinyatakan meninggal dunia.
Maret 2020
Sebuah tabrakan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi pada Rabu (4/3/2020) pukul 05.15 WIB di Jalan Tol Cipali KM 87.200 jalur A Kampung Cibeunying Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Kejadian berawal saat sebuah truk datang dari arah Cikopo menuju Palimanan di lajur lambat. Tiba-tiba, ditabrak truk gandeng dari belakang Dalam kecelakaan ini, ada dua kendaraan lain yang juga ikut terseret, yakni sebuah bus dan truk. Akibat kecelakaan ini banyak kendaraan yang rusak, seorang penumpang bus meninggal dunia, luka berat 2 orang, dan luka ringan 4 orang.
Baca Juga : Kronologi Kecelakaan Maut Tol Cipali Tewaskan 4 Orang dan 8 Luka-Luka
Juni 2019
Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 150+900 Tol Cipali, Senin (17/6/2019) dini hari. Penyebabnya adalah seorang penumpang yang menyerang sopir bus. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, peristiwa bermula ketika bus sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Tiba-tiba seorang penumpang berinisial A (29) menyerang sopir bus. Penumpang yang diketahui bekerja sebagai sekuriti Gandaria Tower Jakarta mengaku bahwa dirinya menyerang sang sopir karena sopir dan kenek bus ingin membunuhnya.
Saat menyerang sopir, A berusaha mengambil alih kemudi. Hal ini berujung dengan perebutan kemudi. Akibatnya bus hilang kendali dan menerobos media pembatas jalan menuju Jakarta. Hal ini mengakibatkan beberapa mobil di belakangnya tidak dapat menghindar dan ikut terseret. Total korban yang meninggal akibat dari kejadian ini adaah 12 orang.
(dilansir dari berbagai sumber/Andin Danaryati/Litbang MPI)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.