Australia Gunakan Drone Pengenal Wajah untuk Awasi Koala yang Terancam Punah

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 30 September 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 18 2479393 australia-gunakan-drone-pengenal-wajah-untuk-awasi-koala-yang-terancam-punah-BdnzT3UAiw.jpg Australia gunakan drone untuk awasi koala yang terancam punah (Foto: Daily Star)

AUSTRALIA - Australia akan menggunakan drone pengenalan wajah untuk melacak kesehatan dan jumlah koala, alih-alih mengendusnya dengan anjing, memanjat pohon, dan mengambilnya secara manual.

Koala bisa menjadi hewan terbaru yang mendapat manfaat dari kecerdasan buatan berteknologi tinggi, karena pemerintah Australia Selatan telah mengumumkan rencana untuk menggunakan drone dan pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menghitung jumlah koala.

Drone akan memantau setiap individu dan seluruh populasi koala dalam upaya untuk menganalisis seberapa baik kinerja mereka dalam hal jumlah, gerakan, perilaku, dan fisiologi.

 (Baca juga: Puluhan Koala Mati di Hutan Produksi, Australia Harusnya Malu)

Peneliti Dr Diane Colombelli-Negrel menjelaskan bahwa memantau koala dengan drone akan kurang invasif daripada metode tradisional, yang biasanya melibatkan pengiriman orang untuk mencari pohon dan menangkap koala dengan tangan.

"Koala mengalami penurunan di beberapa bagian Australia, dan sementara di Australia Selatan jumlahnya cukup bagus, kebakaran baru-baru ini telah mengurangi jumlahnya secara dramatis,” terangnya.

(Baca juga: Lebih dari 60.000 Koala Mati Atau Luka Akibat Kebakaran Hutan Australia) 

"Kita perlu memastikan bahwa kita mengetahui jumlah baru dan bagaimana mereka pulih setelah kebakaran, sehingga kita dapat bekerja untuk mengurangi dampak yang mempengaruhi kelangsungan hidup mereka,” lanjutnya.

Seperti diketahui, beruang koala ikonik Australia berada di bawah ancaman kepunahan yang lebih besar dari sebelumnya setelah kebakaran hutan besar dalam dua tahun terakhir.

Pulau Kanguru, salah satu habitat koala utama, mengalami penurunan populasi dari 48.000 menjadi sekitar 8.500 pada kebakaran hutan tahun 2020.

"Sangat penting bagi kami untuk mengembangkan teknik non-invasif untuk membantu memantau hewan dengan cara yang aman, dan pengenalan wajah melalui pemantauan drone dengan memanfaatkan teknologi terbaru untuk mencapai hal ini,” ungkap Menteri Lingkungan Australia, David Speirs.

Tidak jelas bagaimana perangkat lunak yang mereka gunakan akan mengidentifikasi setiap koala secara individual, tetapi upaya serupa telah melihat para peneliti menggunakan drone inframerah berkemampuan AI untuk melacak populasi koala.

Aplikasi pengenalan wajah lainnya untuk hewan menggunakan ratusan atau bahkan ribuan gambar makhluk untuk 'melatih' AI cara mengenali perbedaan dan pola.

Perusahaan pengendalian hama, Rentokil, minggu ini mengumumkan rencana penggunaan pengenalan wajah untuk memburu tikus, yang bekerja dengan menganalisis bentuk tengkorak tikus dan warna bulunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini