Indonesia Inisiasi 4 Usulan dalam Pertemuan KTT ASEAN

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 18 2492094 indonesia-inisiasi-4-usulan-dalam-pertemuan-ktt-asean-aaB8T2lU5n.jpeg Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi. (Foto: Dok. Kemlu RI)

JAKARTA – Indonesia menginisiasi beberapa usulan dalam pertemuan tingkat tinggi (KTT) ASEAN. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam keterangan pers, menyampaikan hasil kesepakatan bersama dari pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di KTT ASEAN pada Selasa (26/10/2021)

Menlu Retno bersama dengan Mensesneg Pratikno mendampingi Presiden Jokowi menghadiri KTT ASEAN yang diadakan secara virtual sejak Senin (25/10/2021) itu.

BACA JUGA: KTT ASEAN: Pemulihan Pandemi Hingga Penyimpangan Prinsip Non-Interfensi Pada Konflik Myanmar

Dalam kesempatan kali ini, Presiden menyatakan rencana dan saran untuk ASEAN ke depannya. Ada beberapa poin yang menjadi fokus Presiden untuk menyelesaikan isu terkini yang ada di ASEAN, diantaranya mengenai penguatan institusi ASEAN melalui upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi dan pentingnya percepatan ekonomi digital, hingga implementasi prinsip ASEAN Outlook on the Indo-pacific (AOIP).

Di depan para pemimpin dan sekjen ASEAN, Presiden Jokowi menyampaikan usulan dan harapan Indonesia kepada ASEAN. Presiden Jokowi mengatakan beberapa langkah perlu dilakukan ASEAN untuk mempercepat pemulihan ekonomi dengan adanya harmonisasi kebijakan darurat kesehatan publik antar negara di ASEAN melalui percepatan vaksinasi, penelitian kesehatan, produksi alat kesehatan serta obat-obatan di ASEAN.

BACA JUGA: Disiplin Tangani Covid-19, Presiden Jokowi Harap Ekonomi ASEAN Tumbuh di Atas 5%

Presiden Jokowi juga menyinggung upaya implementasi ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework (ATCAF) yang diinisiasi oleh Indonesia telah mendapatkan persetujuan dan dalam waktu dekat akan diterapkan.

“Indonesia akan terus mendorong penerapan dari framework ini,” kata Retno dalam siaran pers mewakili Presiden Jokowi, menegaskan menyatakan komitmen Indonesia yang disampaikan dalam KTT ASEAN kali ini.

Presiden juga merasa ASEAN sudah waktunya untuk menerapkan percepatan ekonomi digital, mengingat data menunjukkan adanya potensi besar yang dimiliki ASEAN dengan pertumbuhan ekonomi digital yang mencapai USD100 miliar (Rp1,4 kuadriliun) pada tahun 2020.

Selain terkait dengan masalah ekonomi yang dihadapi ASEAN, Indonesia juga mengharapkan ASEAN bisa menjadi lokomotif, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan, mengingat kondisi saat ini yang penuh dengan rivalitas dan kedinamisan, maka ASEAN harus bisa bersatu dan menjaga sentralitasnya melalui penguatan institusi ASEAN.

Penguatan institusi ASEAN ini dapat tercapai dengan penguatan kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN sehingga ASEAN mampu merespons dinamikan yang ada seacara efektif.

“Indonesia mengusulkan agar high-level task force yang akan mulai bekerja tahun depan untuk mengembangkan visi ASEAN pasca 2025 juga ditugaskan untuk memberikan rekomendasi tentang penguatan kelembagaan ASEAN.” Kata Menlu Retno.

“Indonesia berharap pada akhir tahun depan, kita dapat menerima hasil rekomendasi tersebut serta mengambil keputusan untuk penerapannya tahun 2023, dengan demikian ASEAN akan siap dan segera lepas landas untuk mewujudkan visi pasca 2025.” Lanjut Retno.

Selain itu, presiden juga menyampaikan rencana Indonesia untuk menyelenggarakan forum kerjasama infrastruktur Indo-pasifik pada tahun 2023, saat masa periode keketuaan Indonesia di ASEAN sebagai bentuk implementasi prinsip ASEAN Outlook on the Indo-pacific (AOIP) melalui kerja sama yang konkret.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini