Share

Koalisi Arab Saudi Lancarkan Serangan Udara ke Yaman, 115 Pemberontak Houthi Tewas

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 07 November 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 07 18 2497887 koalisi-arab-saudi-lancarkan-serangan-udara-ke-yaman-115-pemberontak-houthi-tewas-oEdT9UCQAw.jpg Ilustrasi (Ist)

RIYADH - Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke wilayah dekat Marib, Yaman. Serangan ini menewaskan setidaknya 115 pemberontak Houthi. Serangan udara tersebut menyasarbenteng terakhir pasukan pro-pemerintah di wilayah utara Yaman.

Koalisi pimpinan Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, melaporkan serangan hampir setiap hari selama tiga pekan terakhir. Koalisi mengklaim serangan mengakibatkan sekitar 2.600 kematian di pihak pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Sementara itu, pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan mencegat sebuah pesawat tak berawak (drone) milik Houthi yang terbang menuju Bandara Internasional Abha pada Sabtu (6/11/2021). Demikian laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

“Pasukan pertahanan udara menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak yang diterbangkan oleh 'milisi teroris Houthi' dari Yaman menuju kota Khamis Mushait, di wilayah selatan Arab Saudi,” kata pernyataan koalisi Arab Saudi.

Baca Juga : Serangan Rudal Hantam Masjid di Yaman, Setidaknya 29 Orang Tewas dan Terluka

"Kami menangani sumber ancaman untuk melindungi warga sipil dari serangan musuh," lanjut pernyataan Koalisi Arab dalam sebuah cuitan di Twitter.

Sementara itu, pemberontak Houthi yang telah berbulan-bulan melancarkan serangan terhadap kubu pemerintah jarang mengomentari kerugian yang diklaim koalisi pimpinan Saudi. Akibatnya, sulit memverifikasi jumlah korban secara independen.

Pada Rabu, Houthi dilaporkan menyerang menara telekomunikasi di Marib dengan rudal balistik. “Serangan itu menyebabkan gangguan layanan komunikasi di banyak daerah,” kata seorang pejabat militer pemerintah.

Perang saudara Yaman dimulai pada 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa. Kondisi tersebut mendorong pasukan koalisi Arab untuk campur tangan untuk menopang pemerintah pada tahun berikutnya. Puluhan ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini