Share

Serangan Rudal Hantam Masjid di Yaman, Setidaknya 29 Orang Tewas dan Terluka

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 01 November 2021 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 18 2494751 serangan-rudal-hantam-masjid-di-yaman-setidaknya-29-orang-tewas-dan-terluka-bpDlYZB49m.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KAIRO - Serangan rudal balistik, diduga dari kelompok Houthi, menghantam sebuah masjid dan sekolah keagamaan di Provinsi Marib, Yaman, menurut menteri informasi dalam sebuah pernyataan di Twitter, Senin (1/11/2021). Serangan itu menewaskan dan melukai setidaknya 29 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Gubernur Marib mengungkapkan bahwa dua rudal balistik digunakan dalam serangan pada Minggu (31/10/2021) malam.

BACA JUGA: Ekonomi Hancur Imbas Perang, Warga Yaman Beridul Adha dengan Kurban Ayam

Sejauh ini tidak ada klaim bertanggung jawab langsung dari kelompok Houthi, yang didukung Iran.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. PBB mengatakan sekira 10.000 orang mengungsi pada September karena pertempuran di Marib, benteng utara terakhir pemerintah yang diakui secara internasional.

PBB telah menyerukan dibukanya koridor kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan bagi warga di wilayah konflik.

Perang, kehancuran ekonomi, serta pembatasan impor ke daerah-daerah yang dikuasai Houthi telah menyebabkan krisis kemanusiaan di Yaman. PBB menyebut krisis di Yaman sebagai yang terburuk di dunia dengan 16 juta orang menghadapi kelaparan.

BACA JUGA: Drone Serang Pangkalan Udara Pemerintah, 30 Tentara Tewas

Sebuah koalisi pasukan yang dipimpin oleh Riyadh melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 setelah Houthi yang bersekutu dengan Iran menggulingkan pemerintah yang didukung Saudi dari ibu kota Sanaa pada akhir 2014. Houthi mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.

Gerakan Houthi menyatakan mereka menguasai kawasan teritori baru di bulan Oktober, yaitu provinsi kaya energi dari Shabwa dan Maru , yang dikonfirmasi dari berbagai sumber, dan ini menciptakan usaha yang jauh lebih kompleks untuk kedamaian internasional.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini