Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Anak Pengungsi dari Luar Negeri Sekolah di RI, Tak Bisa Bahasa Indonesia

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 20 November 2021 |11:30 WIB
Kisah Anak Pengungsi dari Luar Negeri Sekolah di RI, Tak Bisa Bahasa Indonesia
Kisah anak pengungsi masuk sekolah di Indonesia (Foto: BBC Indonesia)
A
A
A

RIAU - Hampir enam ratus anak pengungsi dan pencari suaka dari luar negeri sedang menempuh pendidikan formal di sekolah dasar dan sekolah menengah di berbagai wilayah Indonesia. Itu menjadi kebijakan yang ditunggu selama bertahun-tahun, karena selama ini mereka dilarang bekerja dan sekolah lantaran pemerintah Indonesia belum meratifikasi konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pengungsi.

Di Pekanbaru, Riau, dua anak pengungsi dari Afghanistan dan Pakistan bercerita tentang bagaimana frustasinya mereka saat tak bisa sekolah dan mengapa pendidikan formal penting untuk anak-anak ini.

"Kami sangat takut, khawatir, tertekan tentang masa depan kami,” terang Amini Mina.

Usianya baru 14 tahun, tapi masa depannya kelabu.

Mina berasal dari Afghanistan, negara yang selama puluhan tahun dilanda perang melawan kelompok militan Taliban.

 Baca juga: Australia di Bawah Tekanan untuk Bebaskan Keluarga Pengungsi yang Ditahan

"Sekarang saya tinggal di Indonesia sebagai pengungsi," katanya memperkenalkan diri kepada wartawan Dina Febriastuti yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Pertama kali bertemu dengannya, ia terlihat seperti gadis yang periang.

Mengenakan pakaian seragam SMP putih-biru dan berkerudung putih, remaja perempuan ini mengaku senang karena bisa memulai kembali pembelajaran tatap muka.

 Baca juga: Pandemi Corona, Yunani Disarankan Evakuasi Pencari Suaka dari Kamp Pengungsian

"Saya senang sekolah di sini," ucapnya dalam bahasa Inggris sembari tersenyum lebar.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement