Tak Terima Kena Tali Pengatur Jalan, Pemabuk Ini Tusuk Warga hingga Tewas

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 26 November 2021 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 340 2508090 tak-terima-kena-tali-pengatur-jalan-pemabuk-ini-tusuk-warga-hingga-tewas-Uv9jXQd2MQ.jfif Illustrasi (foto: dok Okezone)

CIMAHI - Aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia terjadi di depan tempat pencucian mobil Kampung Gunung Dukuh RT04/03, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Korban tewas pada peristiwa yang terjadi pada Jumat (29/10/2021) sekitar pukul 21.00 WIB itu adalah Yudiana (33) warga Kampung Resmigalih RT 02/01, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, KBB, akibat mengalami luka tusuk di perut.

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan yang berujung penusukan berawal saat korban sedang mengatur kendaraan di lokasi perbaikan jalan agar tidak macet. Namun saat mengatur tali penutup jalan, tanpa sengaja talinya nyangkut ke leher pengendara motor.

 Baca juga: Pria Ini Tusuk 2 Adik Iparnya, 1 Tewas

Tidak terima hal itu, pengendara motor yang diketahui bernama Reza Nugraha (20) dan Ahmad Zaenal Mustapa (18) kemudian memaki dan memarahi korban. Kemudian terjadi pengeroyokan kepada korban, karena pelaku sedang dalam keadaan mabuk mereka secara membabi buta memukili korban hingga menusuknya.

"Pelaku itu berboncengan naik motor, saat mengeroyok korban salah seorang pelaku Zaenal menusukan badik ke perut korban," ungkap Imron, Jumat (26/11/2021).

Baca juga:   Siswa Ini Nekat Tusuk Temannya Pakai Gunting saat Istirahat Belajar

Menurutnya, korban sempat dibawa ke RSUD Cibabat untuk mendapatkan perawatan namun nyawanya tidak tertolong. Akibat peristiwa itu kemudian orang tua korban melapor ke Polsek Cililin yang langsung mengejar para pelaku.

Satu pelaku atas nama Reza Nugraha ditangkap di daerah BBS, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, KBB. Sementara pelaku Zaenal ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Ciawi, Bogor, empat hari dari kejadian. Petugas berhasil mengamankan barang bukti sebuah badik dan kunci leter Y.

"Para pelaku itu akan dijerat Pasal 170 Ayat (2) ketiga KUHP tentang Tindak Pidana Pengeroyokan dengan ancaman 12 tahun penjara," sebutnya.

Sementara pelaku Zaenal mengaku saat kejadian dirinya sedang tidak kontrol akibat minum arak sebelum pergi naek motor hendak ke daerah Cililin. Terkait dengan senjata tajam yang dipakai menusuk korban sebanyak dua kali di bagian perut, itu biasa dibawanya untuk menjaga diri.

"Saya waktu itu sedang mabuk arak, jadi gak kontrol. Korban saya tusuk dua kali di bagian perut," ucapnya singkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini