Share

Baru Keluar Penjara, Pria Ini Malah Jadi Kurir Sabu Lagi

Rizki Ramadhani, iNews · Senin 29 November 2021 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 340 2509171 baru-keluar-penjara-pria-ini-malah-jadi-kurir-sabu-lagi-zSe9snRRsY.jpg Polres Bangka Barat saat jumpa pers penangkapan residivis narkoba (foto: MNC Portal/Rizki)

BANGKA BARAT - Tim Hantu Satresnarkoba Polres Bangka Barat berhasil meringkus satu orang kurir narkoba, berinisial RD (38) warga Kampung Keranggan Atas, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, pada Rabu (24/11/2021).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 209,54 gram, yang dibagi dalam beberapa paket plastik besar, sedang dan kecil. Ditaksir memiliki harga senilai Rp180 juta.

"Barang bukti totalnya ada sekitar 209,54 gram, kalau perkiraan harga itu ratusan juta. Kebetulan pelaku ini residivis, sebelumnya pernah ditangkap karena kasus narkoba dihukum 4 tahun, dan ini dia melakukannya lagi, " ujar Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto, Senin (29/11/2021).

Baca juga:  Nyambi Jadi Kurir Sabu, Kuli Bangunan Ditangkap

Barang bukti sabu-sabu yang diamankan Satresnarkoba Polres Bangka Barat, diperoleh dari dua lokasi yang berbeda.

"Untuk penangkapan sendiri itu tanggal 24 November 2021, sekitar pukul 18.15 WIB atau habis maghrib. Pertama di dekat Masjid Agung, Belo Laut Muntok, kemudian dikembangkan di hari yang sama di rumah kontrakannya di Kampung Tegal Rejo Muntok, " tuturnya.

Baca juga:  Horor Mutilasi Driver Ojol di Bekasi, Diajak Pakai Narkoba Lalu Dibunuh saat Tertidur

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, dua unit handphone, dan satu unit timbangan digital.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Kapolres menambahkan, ada dua orang yang ditetapkan sebagai DPO, pihak yang diduga mengendalikan pelaku RD.

"RD ini perannya mengantar barang atas perintah AC dan AK, ini ada dua DPO kita. Kalau asal barangnya dari Pulau Sumatera. Terus kita kembangkan komitmen kita untuk pencegahan narkoba, Bangka Barat ini sebagai pintu masuk dari Palembang," pungkasnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku RD dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Subs pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun, dan maksimal 20 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini