Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menag Yaqut Beberkan Skenario Keberangkatan Umrah

Widya Michella , Jurnalis-Selasa, 30 November 2021 |11:48 WIB
 Menag Yaqut Beberkan Skenario Keberangkatan Umrah
Menag RI, Yaqut (foto: dok Kemenag RI)
A
A
A

JAKARTA - Otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 telah menerbitkan edaran terhitung mulai 1 Desember memberikan izin penerbangan langsung kepada 6 negara yaitu Indonesia, Pakistan,Vietnam, Brazil Mesir, dan India.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan skenario penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi covid-19. Skenario tersebut juga disusun bersama dgn Kementerian/Lembaga terkait serta asosiasi penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh (PPIU) meliputi skenario sebelum keberangkatan, ketika berada di arab saudi, dan saat tiba di tanah air.

Baca juga:  Kemenag RI dan Kemenhaj Saudi Bahas Teknis Umrah, Ini Skenarionya

Yang pertama, sebelum keberangkatan jamaah wajib melaksanakan screening kesehatan 1x24 jam sebelum keberangkatan secara terpusat di asrama haji pondok gede, Jakarta.

"Hanya jemaah yang telah berusia 18-65 tahun, sudah divaksinasi dosis lengkap, dan memiliki hasil tes PCR negatif yang diberangkatkan umrah," ujar Menag Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara daring, Selasa,(30/11/2021).

Baca juga:  Ibadah Umrah Kembali Dibuka bagi Jamaah Indonesia, Simak Aturannya

Kemudian jamaah yang akan berangkat wajib dilaporkan kepada Kemenag untuk diproses visa dan dokumen keberangkatannya. Lalu keberangkatan jemaah umrah menggunakan satu pesawat full diisi dengan jemaan umrah tapa ada penumpang lain.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement