Adapun Australia semakin memandang China sebagai ancaman keamanan di tengah tuduhan bahwa Beijing telah ikut campur dalam politik dan masyarakat Australia.
Ini juga menimbulkan kekhawatiran atas dua warga negara Australia yang tetap dipenjara di China.
Sementara itum China telah mengatakan bahwa semua tuduhan terhadapnya dibuat-buat.
Pada briefing harian di Beijing, juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin menuduh Australia terlibat dalam "posisi politik".
"Apakah mereka [pejabat pemerintah] datang atau tidak, tidak ada yang peduli," ungkapnya.
Negara-negara lain - termasuk Jepang - juga dilaporkan mempertimbangkan boikot diplomatik terhadap pertandingan tersebut.
Selandia Baru telah mengkonfirmasi tidak akan mengirim pejabat ke Beijing sebagian besar karena pandemi virus corona. Tapi juga menyuarakan keprihatinan atas masalah hak asasi manusia di China.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.