3 Akses Jalan di Majalengka Lumpuh Imbas Banjir dan Longsor

Tim Okezone, Okezone · Kamis 09 Desember 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 340 2514429 3-akses-jalan-di-majalengka-lumpuh-imbas-banjir-dan-longsor-nEwxE2SEXC.jpg Longsor di Majalengka, Jawa Barat (Foto: BNPB)

JAKARTA - Tiga akses jalan di Majalengka, Jawa Barat tertimbun longsor imbas banjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Longsor dipicu struktur tanah yang labil.

Menurut Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur pada Rabu 8 Desember 2021 pukul 19.00 WIB. Kemudian, disusul terjadinya longsor.

"BPBD Kabupaten Majalengka melaporkan akses jalan tersebut tertutup material longsor. Aktivitas warga sempat tersendat akibat pohon tumbang yang melintang di ruas jalan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga:  2 Penambang Liar di Sukabumi Tewas Tertimbun Tanah

Ketinggian air saat terjadi banjir setinggi 100 sentimeter. Tercatat lima unit rumah terdampak, tiga di antaranya mengalami rusak sedang. Selain rumah, 4 unit tempat usaha, 1 unit sekolah dar dan 1 hektare lahan pertanian terdampak kejadian ini.

Kejadian tersebut melanda sejumlah desa, antara lain Desa Cimeong, Desa Girimulya yang terletak di Kecamatan Majalengka, Desa Cihaur, Desa Wanahayu di Kecamatan Maja, Desa Haurgeulis, Desa Sukamenak, Desa Cinambo di Kecamatan Bantarujeg.

"Dilaporkan kondisi terkini, banjir sudah surut. BPBD Kabupaten Majalengka bersama tim gabungan akan melakukan penanganan lanjutan dalam melakukan evakuasi terhadap warga," katanya.

Baca Juga:  Longsor di Toraja Utara, 1 Orang Tewas dan Sejumlah Rumah Rusak

Informasi peringatan dini hingga esok, 10 Desember yang dikeluarkan BMKG mengatakan bahwa, waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang hingga malam hari di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Kemudian, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya.

BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pada potensi risiko bencana hidrometeorologi basah. Selain itu, BNPB juga merekomendasikan agar wilayah lereng tebing atau kawasan kebun ditanami dengan jenis vegetasi yang keras dan berakar kuat seperti vetiver, sukun, dan tanaman akar kuat lainnya.

"Vegetasi akar kuat tersebut dapat mengikat tanah dan mencegah terjadinya longsoran," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini