Share

Rudal Israel Hantam Pelabuhan Utama Suriah, Picu Kebakaran dan Kerusakan Serius

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Desember 2021 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 18 2523630 rudal-israel-hantam-pelabuhan-utama-suriah-picu-kebakaran-dan-kerusakan-serius-d9EVsPAYNn.jpg Api terlihat berkobar di Pelabuhan Latakia, Suriah yang dihantam rudal Israel. (Foto: Twitter)

DAMASKUS – Serangan rudal Israel menghantam kota pelabuhan utama Suriah, Latakia, menyebabkan kerusakan yang signifikan. Sistem pertahanan Suriah diaktifkan menyusul serangan tersebut.

Kantor berita SANA melaporkan serangan itu terjadi pada Selasa (28/12/2021) pukul 3.21 pagi waktu setempat. Rudal-rudal itu dilaporkan diluncurkan dari Laut Mediterania.

BACA JUGA: Israel Lancarkan Serangan Udara ke Suriah, 2 Tentara Luka

Rekaman yang diposting online menunjukkan serangkaian ledakan mengguncang apa yang tampak seperti pelabuhan.

Api dapat terlihat berkobar di pelabuhan dan menerangi langit malam di klip lain dari tempat kejadian.

Pelabuhan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan material "besar" dalam serangan tersebut. “Sejumlah kontainer” terbakar akibat serangan tersebut, demikian dilaporkan SANA sebagaimana dilansir RT.

BACA JUGA: Israel-Suriah Memanas, Rusia Minta Semua Pihak Menahan Diri

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.

Serangan udara itu terjadi tepat tiga minggu setelah pelabuhan itu menjadi sasaran serangan serupa, yang juga dituduhkan Damaskus kepada Tel Aviv. Pada saat itu, beberapa rudal menghantam pelabuhan dalam serangan semalam, memicu kebakaran di area kontainer.

Kegubernuran Latakia juga merupakan rumah bagi fasilitas militer utama Rusia, Pangkalan Udara Khmeimim, yang terletak sekira 25 kilometer tenggara ibukota provinsi.

Serangan itu terjadi saat ketegangan meningkat antara Damaskus dan Tel Aviv. Sebelumnya pada Senin (27/12/2021), pemerintah Suriah menuduh Israel melakukan "eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya" setelah pemerintah Israel memberikan lampu hijau untuk rencana pemukiman senilai USD317 juta di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Berdasarkan rencana tersebut, jumlah pemukim Yahudi di daerah tersebut akan meningkat dua kali lipat selama lima tahun ke depan. Damaskus, melihat Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB, dan mengutuk perluasan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini