Share

Heboh! Mantan Bupati Disekap dan Dianiaya Preman Gara-gara Utang saat Pilkada

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 31 Desember 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 340 2525324 heboh-mantan-bupati-disekap-dan-dianiaya-preman-gara-gara-utang-saat-pilkada-Un5ukNDvkE.jpg eks bupati boltim yang dianiaya preman/ ist

JAKARTA - Mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar menjadi korban penganiayaan dan penyekapan oleh preman. Bahkan, Hidung korban digigit pelaku hingga mengalami pendarahan. Pihak kepolisian menyebutkan peristiwa tersebut dipicu masalah utang-piutang saat pemilihan kepala daerah (pilkada).

(Baca juga: Cemburu Istri Diajak Jalan-Jalan, Driver Ojol Tusuk Pria di Tamansari)

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyebutkan dirinya memiliki sejumlah catatan berkaitan dengan terjadinya penganiayaan terhadap mantan Bupati Boltim, Sehan Landjar yang dilakukan oleh pengusaha tambang ilegal.

(Baca juga: Polisi Akan Buka-bukaan soal Penangkapan Artis Cantik CA di Hotel Mewah)

"Sebagai insan yang hidup di negara hukum mengecam tindakan aniaya seseorang terhadap orang lain. Lebih menyakitkan lagi adalah jika penganiayaan itu dilakukan di depan aparat hukum sendiri yang seharusnya sebagai pelindung masyarakat," ujar Pangeran Khairul Saleh, Jumat (31/12/2021).

Dia juga meminta Kapolri untuk menindak tegas dengan sanksi pelanggaran disiplin berat sesuai Pasal 4 ayat 3 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 yakni pembebasan dari jabatan atau lebih berat lagi hukumannya kepada anggotanya jika terbukti hanya menonton tanpa mencegah terjadinya penganiayaan itu.

Menurutnya, kasus tersebut menyangkut kejahatan penganiayaan, di mana pelakunya adalah pengusaha tambang ilegal yang diindikasikan melanggar hukum positif (berarti pelaku lakukan dua kali pelanggaran hukum) dan penganiayaannya yang dilakukan dihadapan aparat penegak hukum .

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Maka dari itu, untuk alasan mencegah kebenaran atas persepsi negatif itu, saya minta Kapolri untuk segera mengusut tuntas kejadian tragis dan membuat kita prihatin ini," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini