Share

Menlu: Israel Tidak Perlu Izin AS untuk Serang Iran

Susi Susanti, Okezone · Senin 03 Januari 2022 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 18 2526814 menlu-israel-tidak-perlu-izin-as-untuk-serang-iran-3cDfOXHlgT.jpg Israel tidak perlu izin AS untuk serang Iran (Foto: AP)

ISRAEL - Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid telah menjelaskan bahwa negaranya dapat menggunakan kekuatan untuk mengekang pengembangan nuklir Iran tanpa memberi tahu dan meminta izin kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

“Israel akan melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk melindungi keamanannya. Dan kami tidak memerlukan izin siapa pun untuk itu. Itu sudah terjadi sejak hari pertama kami mendirikan negara bagian ini,” kata Lapid kepada Channel 12 Israel pada hari terakhir tahun 2021.

Ketika ditanya apakah negaranya memiliki sarana untuk berhasil melakukan serangan jenis ini, dia menjelaskan Israel memiliki kemampuan, beberapa di antaranya dunia, dan bahkan beberapa ahli di lapangan, bahkan tidak dapat membayangkannya. “Dan Israel akan melindungi dirinya dari ancaman Iran,” ujarnya.

Baca juga: Menlu Israel Lakukan Kunjungan Resmi Pertama ke Uni Emirat Arab 

Selama wawancara pada Jumat (31/12), Lapid mengatakan belum ada "penyerahan" ke Teheran selama pembicaraan yang sedang berlangsung di Wina. “

Baca juga: Menlu AS Iran Akan Bisa Buat Senjata Nuklir dalam "Beberapa Minggu"

Israel tidak menentang kesepakatan yang baik, itu hanya menentang kesepakatan yang salah,” tambahnya.

Pejabat Israel dan tokoh militer telah mempertimbangkan serangan terhadap Iran sejak pembicaraan tentang kebangkitan kembali kesepakatan nuklir 2015 (Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, atau JCPOA) antara Teheran dan kekuatan dunia dimulai di bawah pemerintahan Biden.

Teheran telah menyatakan skeptisisme atas peringatan yang datang dari Israel, menyebut mereka "ancaman kosong", meskipun menjanjikan tanggapan keras terhadap agresi apa pun.

Di bawah JCPOA, Iran setuju untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Diketahui, mantan Presiden Donald Trump menarik AS dari JCPOA pada 2018, menyebutnya sebagai “kesepakatan terburuk yang pernah ada.” Negara Yahudi itu sepenuhnya setuju dengan pandangan Trump dan menentang kesepakatan yang dianggap tidak cukup untuk menghentikan Iran dari memperoleh bom nuklir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini