Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah 3 Januari 1946: Yogyakarta Jadi Ibu Kota RI

Lutfia Dwi Kurniasih , Jurnalis-Senin, 03 Januari 2022 |06:30 WIB
Sejarah 3 Januari 1946: Yogyakarta Jadi Ibu Kota RI
Istana Yogyakarta. (Foto: yogyakarta.panduanwisata.com)
A
A
A

JAKARTA - Kembali mengingat sejarah merupakan hal yang penting dan bisa menjadikan masyarakat lebih sadar dan menghargai perjuangan terutama mengingat sejarah Indonesia.

Salah satu sejarah penting bagi Indonesia yakni pada tanggal 4 Januari 1946, pernah terjadi perpindahan Ibukota dari Jakarta ke Yogyakarta. Sejarah ini menjadi penting lantaran Indonesia yang saat itu sudah merdeka harus tetap berjuang melawan penjajah dengan cara memindahkan ibukota.

BACA JUGA: TOP FILES: Istimewanya Yogya saat Menjadi Ibu Kota RI

Perpindahan ibukota ini diketahui dilakukan pemerintah Indonesia untuk menghindari situasi yang semakin kacau setelah Belanda berusaha ingin kembali menguasai Jakarta.

Maka dilakukanlah pemindahan ibukota Republik Indonesia ke Yogyakarta yang secara de facto dan de yure merupakan bagian wilayah Republik Indonesia dan dianggap lebih aman.

Dilansir dari laman TNI, sejarah-tni.mil.id, berikut rangkaian peristiwa sejarah 4 Januari 1946 tentang perpindahan Ibu Kota RI ke Kota Yogyakarta.

Peristiwa pemindahan Ibukota RI ke Yogyakarta bermula saat kedatangan tentara NICA Belanda yang ingin menguasai kembali wilayah jajahan di Indonesia pada 16 September 1945.

Setelah Jepang menyerah pada Sekutu pada 14 Agustus 1945, sekutu memerintahkan Jepang untuk menjaga status quo kekuasaan di Indonesia sampai kedatangan sekutu ke Indonesia.

BACA JUGA: Ketika Soekarno Resmikan Yogya Jadi Daerah Istimewa

Kemudian pada 16 September 1945, tentara sekutu berlabuh di Tanjung Priok Jakarta. Tujuannya adalah melucuti dan memulangkan tentara Jepang serta membebaskan para tawanan perang.

Namun nyatanya, kedatangan sekutu ternyata diboncengi tentara NICA Belanda yang ingin kembali menegakkan kekuasaan jajahannya di Indonesia.

Kondisi ini mengakibatkan terjadinya ketegangan antara rakyat Indonesia dengan Belanda. Saat itu Belanda masih belum menganggap Indonesia merdeka dan masih menjadikan Indonesia sebagai wilayah kekuasaan jajahannya.

Situasi yang semakin bahaya pun turut mengancam Soekarno saat itu. Soekarno bahkan sempat mendapat beberapa kali ancaman dan teror mengerikan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement