Share

Paus Kecam Informasi Hoaks tentang Vaksin Covid-19

Antara, · Selasa 11 Januari 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 18 2530427 paus-kecam-informasi-hoaks-tentang-vaksin-covid-19-4cWvnd3GKr.jpg Paus Fransiskus (Foto: Antara/Reuters)

VATIKAN - Paus Fransiskus mengecam kesalahan informasi yang tak berdasar (hoaks) tentang vaksin Covid-19, dan sebaliknya mendukung kampanye imunisasi nasional dengan menyebut bahwa perawatan kesehatan adalah tanggung jawab moral.

"Kita menyadari bahwa di tempat-tempat di mana kampanye vaksinasi yang efektif telah dilakukan, risiko dampak parah dari penyakit ini telah berkurang. Oleh karena itu, penting untuk melanjutkan upaya untuk mengimunisasi masyarakat umum sebanyak mungkin," kata Paus.

Paus menyampaikan pidato tahunannya kepada korps diplomatik yang terakreditasi untuk Vatikan pada Senin (10/1). Pernyataan Paus Fransiskus seringkali menggambarkan situasi global. Vatikan, negara terkecil di dunia, memiliki hubungan diplomatik dengan 183 negara.

Baca juga: Paus Kritik Pasangan yang Pilih Piara Hewan Ketimbang Miliki Anak, Disebut Egois

Pidato Paus kepada para diplomat dari hampir 200 negara menandai dukungan de facto terhadap mandat vaksin, yang telah menjadi kontroversial di Italia dan negara-negara Eropa lainnya.

Paus yang menggunakan sekitar seperlima dari enam halaman pidatonya untuk membahas pandemi, memperingatkan adanya pernyataan ideologis mengenai vaksinasi.

Baca juga:  Vaksin Pfizer Terbukti Lindungi Anak-Anak dari Komplikasi Langka Covid-19

"Sayangnya, kita semakin menemukan bahwa kita hidup di dunia dengan perbedaan ideologis yang kuat. Seringkali orang membiarkan diri mereka dipengaruhi oleh ideologi saat ini, seringkali didukung oleh informasi yang tidak berdasar atau fakta yang tidak terdokumentasi dengan baik," lanjutnya.

"Vaksin bukanlah sarana penyembuhan ajaib, namun tentunya mewakili---di samping perawatan lain yang perlu dikembangkan---solusi paling masuk akal untuk pencegahan penyakit," ungkapnya kepada para diplomat.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dengan mengatakan bahwa "perawatan kesehatan adalah kewajiban moral" dalam konteks pidato yang mendukung vaksinasi, Paus tampaknya mengacu kepada umat Katolik dan Kristen, khususnya di Amerika Serikat (AS), yang mengatakan bahwa mereka memiliki hak keberatan untuk divaksin berdasarkan hati nurani dan agama.

Paus yang telah divaksin penuh, menyerukan komitmen politik global "untuk mengupayakan kebaikan masyarakat umum melalui langkah-langkah pencegahan dan imunisasi".

Dia memperbarui seruannya untuk distribusi vaksin yang adil ke negara-negara miskin, dengan mengatakan bahwa "aturan monopoli" mengenai paten harus dikesampingkan untuk kebaikan yang lebih besar.

Fransiskus juga kembali membela para migran, dengan mengatakan setiap negara harus menerima sebanyak mungkin migran dan bahwa tanggung jawab untuk integrasi mereka harus dibagi.

Mengenai perubahan iklim, dia mengatakan hasil KTT COP26 tahun lalu di Glasgow "agak lemah mengingat beratnya masalah" dan berharap bahwa tindakan terhadap pemanasan global dapat dikonsolidasikan pada COP27 yang direncanakan di Mesir pada November tahun ini.

Dia mengulangi seruan untuk dialog di daerah konflik atau krisis seperti Lebanon, Ukraina, dan Myanmar serta seruannya untuk larangan kepemilikan senjata nuklir.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini