Share

PM Inggris Dituduh Terus Gelar Pesta di Tengah Lockdown Covid-19, Dilaporkan 40 Orang Ikut Berkumpul

Susi Susanti, Okezone · Selasa 11 Januari 2022 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 18 2530597 pm-inggris-dituduh-terus-gelar-pesta-di-tengah-lockdown-covid-19-dilaporkan-40-orang-ikut-berkumpul-VrcppcReoz.jpg PM Inggris Boris Johnson (Foto: AP)

LONDONPerdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson kembali dilaporkan menggelar pesta lain selama penguncian ketat (lockdown) akibat virus corona di 10 Downing Street.

Pertama ada laporan pesta Natal yang berlangsung pada Desember 2020, saat rumah sakit dipenuhi pasien yang terkena virus Covid-19. Kemudian Guardian menerbitkan foto perdana menteri dan istrinya di taman mereka yang cerah, bersama 17 staf dan botol anggur setengah kosong, pada 15 Mei 2020. Padahal kala itu, pertemuan lebih dari dua orang dilarang di tempat umum di luar ruangan.

Saat ini, ITV News melaporkan bahwa mereka memiliki salinan undangan email untuk pesta kebun kedua yang digelar pada 20 Mei 2020. Email ini dikirim sekretaris pribadi Johnson, Martin Reynolds, kepada lebih dari 100 anggota staf di Downing Street. Lokasinya, lagi-kagi di 10n Downing Street yang berfungsi sebagai kantor dan tempat tinggal bagi pemimpin negara itu.

Baca juga: Hadiri Pesta dan Clubbing, 2 Pejabat Ini Minta Maaf Tidak Beri Contoh yang Baik

"Hai semua, setelah periode yang sangat sibuk, akan menyenangkan untuk memanfaatkan cuaca yang indah dan minum-minum di taman No 10 malam ini," tulis email itu.

“Silakan bergabung dengan kami mulai pukul 6 sore dan bawalah minuman Anda sendiri!,” lanjut email itu.

ITV News melaporkan sekitar 40 staf berkumpul di taman malam itu, sambil makan dan minum. Termasuk Johnson dan istrinya Carrie Johnson.

 Baca juga: Berpesta di Tengah Lockdown, PM Inggris Dituding Langgar Pembatasan Covid-19

Juru bicara di Downing Street menolak berkomentar, mengatakan bahwa pertemuan itu sedang diselidiki oleh seorang pegawai negeri sipil.

Sontak saja pesta ini membuat banyak orang marah karena digelar saat ketika pemerintah Johnson memberlakukan tindakan penguncian yang memisahkan keluarga dan orang-orang terkasih, bahkan di rumah sakit dan di pemakaman.

Hannah Brady, juru bicara kelompok Covid 19 Bereaved Families for Justice, mentweet pada Senin (10/1) bahwa ayahnya telah meninggal empat hari sebelum pesta "BYOB".

“Pada saat itu, semua orang akan tahu bahwa pergi ke pesta itu salah, jadi bagaimana mungkin mereka yang menjalankan negara berpikir itu baik-baik saja?” tulisnya.

Pemimpin Partai Buruh Oposisi Angela Rayner menyebut pertemuan itu "memalukan" dan mengatakan Johson harus malu.

Keberadaan pesta kebun Mei kedua ini disebutkan dalam sebuah posting blog oleh mantan penasihat senior Johnson, Dominic Cummings, yang menuduh Johnson tidak dapat memberlakukan peraturan yang jelas.

Cummings, yang pernah disebut "otak Johnson", yang berperan penting dalam memenangkan suara Brexit untuk meninggalkan Uni Eropa juga tercatat memiliki beberapa ‘dosa’. Selama penguncian pertama, pada Maret 2020, Cummings melanggar aturan ketat dan merusak kepercayaan publik terhadap penanganan pandemi oleh pemerintah. Dia berkendara enam jam ke utara, untuk berlindung di pertanian keluarganya, setelah dia dan istrinya terinfeksi virus corona. Kemudian dia berkendara ke kastil terdekat yang terkenal untuk tamasya.

Semua tindakan ini telah menyebabkan kritik untuk menegaskan bahwa tampaknya ada satu aturan untuk rakyat, dan satu lagi untuk elit.

“Anda dapat bertemu satu orang di luar rumah Anda di luar ruangan. , tempat umum asalkan kalian berjarak dua meter,” terang Sekretaris Kebudayaan Oliver Dowden mengatakan kepada publik pada konferensi pers pada Senin (10/1), dikutip ITV News, yang juga mengingatkan pemirsa bahwa pada 20 Mei 2020, hari yang sama dengan undangan BYOB.

Pada saat itu, polisi juga diketahui membubarkan pertemuan orang-orang muda yang bertemu di taman.

Seorang juru bicara Downing Street mengatakan sebelumnya bahwa tidak ada aturan yang dilanggar pada pertemuan 15 Mei, karena taman itu pribadi, bukan ruang publik, dan bahwa ini bukan pesta tetapi "rapat kerja" yang dianggap "penting."

Banyak orang Inggris mengejek pernyataan itu. Pemimpin Partai Buruh Kier Starmer menyebutnya sebagai "hal yang tidak jelas".

Sementara itu, Johnson telah membantah bahwa ada aturan yang dilanggar. Namun di bawah tekanan dari Partai Konservatifnya sendiri, ia memerintahkan penyelidikan internal oleh pegawai negeri terkemuka Inggris, Simon Case.

Namun Case terpaksa mengundurkan diri dari penyelidikan setelah laporan bahwa sebuah pesta diadakan di kantornya sendiri pada waktu yang hampir bersamaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini