Ledakan Bom Mobil di Mogadishu Tewaskan Setidaknya 8 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 18 2531261 ledakan-bom-mobil-di-mogadishu-tewaskan-setidaknya-8-orang-LRNCdc4X6K.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MOGADISHU - Sebuah bom mobil meledak di jalan menuju bandara di ibu kota Somalia, Mogadishu pada Rabu (12/1/2022). Ledakan itu menewaskan setidaknya delapan orang, kata kepala layanan ambulans Mogadishu.

Warga Mogadishu, Mohamed Osman, mengatakan guncangan ledakan menghantam dinding dan atap masjid di dekatnya.

BACA JUGA: Daerah Otonomi Somalia Eksekusi 21 Militan Al Shabaab

"Ketika saya keluar dari masjid, saya melihat beberapa rumah tua runtuh, bagian tubuh di jalan, tangan, kaki," kata Osman kepada Reuters.

"Mobil hancur, Tuk tuk (becak) terbakar; semua kekacauan ini dan hilangnya nyawa dalam satu menit, saya selamat."

Tidak segera jelas siapa yang bertanggung jawab atas pemboman itu.

BACA JUGA: PBB: Somalia, Kongo, Afghanistan, Suriah, Negara Paling Berbahaya bagi Anak-Anak

Osman mengatakan dia telah melihat sembilan mayat di tempat kejadian. Direktur Layanan Ambulans Aamin Abdikadir Abdirahman, menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak delapan orang.

"Sebuah bom mobil menargetkan konvoi, termasuk mobil anti peluru yang menggunakan jalan Avisione, kami bukan pemilik konvoi itu. Kami membawa delapan orang tewas dari tempat kejadian," kata Abdirahman kepada Reuters.

Sebelumnya, seorang fotografer Reuters melihat empat mayat dan empat mobil rusak dan dua becak motor, sementara Ahmed Nur, seorang penjaga toko di dekatnya, mengatakan dia telah melihat sedikitnya lima mayat.

Seorang paramedis terlihat merawat setidaknya satu orang yang terluka, foto-foto Reuters dari tempat kejadian menunjukkan.

Di masa lalu, kelompok Al-Shabaab yang terkait dengan Al Qaeda telah bertanggung jawab atas serangan serupa.

Kelompok ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintah pusat dan memaksakan interpretasi yang ketat terhadap hukum Islam. Ini sering melakukan serangan senjata dan bom terhadap target keamanan dan pemerintah, tetapi juga pada warga sipil.

Kelompok itu juga melakukan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini