Magawa, Tikus Pahlawan Pendeteksi Lebih dari 100 Peledak, Mati di Usia 8 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 13 Januari 2022 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 18 2531462 magawa-tikus-pahlawan-pendeteksi-lebih-dari-100-peledak-mati-di-usia-8-tahun-CwCfzGzJK2.jpg Magawa. (Foto: PDSA/PA)

MAGAWA, tikus berkantung Afrika yang aksi heroiknya berperan dalam upaya penyapuan ranjau di Kamboja, telah mati di usia 8 tahun pada Minggu (9/1/2022). Tikus pertama yang menerima penghargaan medali Emas PDSA Inggris itu telah mendeteksi lebih dari 100 bahan peledak selama lima tahun kariernya.

BACA JUGA: Setelah Lima Tahun Bertugas, Magawa, Si Tikus Pengendus Ranjau Kamboja Pensiun

Dia bersama dengan banyak tikus berkantung lainnya, dilatih untuk mengendus ranjau darat yang terkubur dan bahan peledak lainnya dan kemudian memberi tahu pawangnya dengan badan amal APOPO Belgia. Badan amal itu juga melatih tikus berkantung raksasa untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis.

Magawa terbukti menjadi salah satu 'tikus pahlawan' yang paling sukses dan produktif. Selama lima tahun kariernya bekerja di Kamboja, dia mendeteksi 78 ranjau darat yang tidak meledak dan 38 bahan peledak yang tidak meledak dan membantu membersihkan sekira 225.000 kaki persegi lahan dari ranjau.

Karena serangkaian konflik internal dan eksternal, ranjau darat dan bahan peledak lainnya tersebar di pedesaan Kamboja dari 1975 hingga 1998. Ancaman bahan peledak di lahan pertanian telah melukai puluhan ribu orang di wilayah tersebut dan membatasi lahan yang dapat digunakan di negara tersebut.

BACA JUGA: Tikus Raksasa Dianugerahi Medali Atas Jasanya Deteksi Ranjau di Kamboja

Kemampuan Magawa untuk mengidentifikasi dan membersihkan bahan peledak membuatnya dihormati oleh para pawangnya dan orang-orang yang melakukan kontak dengannya. Dia adalah tikus pahlawan paling produktif yang dipekerjakan oleh pemerintah Kamboja.

Kekuatan fisiknya yang luar biasa juga memungkinkan dia untuk mencari lebih banyak tanah setiap hari daripada tikus pahlawan lainnya yang melakukan fungsi yang sama.

Magawa pensiun dari pekerjaan menyapu ranjau pada Juni 2021. Para penangannya memperhatikan bahwa dia melambat dan setelah berkontribusi begitu banyak, memutuskan dia memiliki lebih dari pantas untuk mendapatkan pensiunnya.

Tikus raksasa berkantung Afrika dianggap sempurna untuk mendeteksi ranjau darat karena, dengan penglihatan yang buruk, mereka memiliki indera penciuman dan ingatan yang sangat berkembang. Mereka juga cukup ringan sehingga tidak memicu ranjau darat. Tikus-tikus itu dilatih untuk mencium bau TNT dan kemudian menggali untuk memperingatkan penangannya terhadap bahan peledak.

Hewan ini dapat mencari area seluas lapangan tenis dalam 30 menit, area yang dulunya membutuhkan waktu hingga empat hari untuk diselesaikan oleh seseorang dengan detektor logam.

Tikus pahlawan tidak hanya sangat efektif dalam pekerjaan mereka, tetapi mereka juga jauh lebih hemat biaya. Untuk melatih seekor tikus berkantung dibutuhkan biasa sekita USD7.300, dibandingkan USD 25.000 untuk melatih seekor anjing untuk mendeteksi ranjau darat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini