Pengadilan Bebaskan Uskup dalam Kasus Rudapaksa Birawati, Tuai Banyak Kemarahan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 14 Januari 2022 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 18 2532370 pengadilan-bebaskan-uskup-dalam-kasus-rudapaksa-birawati-tuai-banyak-kemarahan-kGt0VJVnto.jpg Pengadilan bebaskan uskup terkait kasus rudapaksa biarawati (Foto: bbc)

INDIA - Pengadilan India telah membebaskan seorang uskup yang dituduh memerkosa seorang biarawati antara 2014 dan 2016 dalam kasus yang mengejutkan salah satu komunitas Kristen tertua di negara itu.

Franco Mulakkal, 54, ditangkap dari negara bagian selatan Kerala pada 2018. Dia membantah tuduhan itu.

Pada Jumat (14/1), pengadilan di kota Kottayam Kerala memutuskan dia tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

"Jaksa gagal membuktikan semua dakwaan terhadap terdakwa," kata Hakim Sidang Tambahan (ASJ) Kottayam G Gopakumar.

Pengacara biarawati itu mengatakan mereka akan melawan putusan itu di pengadilan tinggi.

Baca juga:  Gereja Katolik Akan Lakukan Penyelidikan Pelecehan Seksual Anak Sejak 80 Tahun Lalu

Sementara itu, tim hukum uskup mengatakan telah menghancurkan seluruh bukti yang memberatkan uskup itu.

"Ini adalah kasus yang menantang. Ini pasti akan dibawa ke pengadilan tinggi. Tidak apa-apa," terang Raman Pillai, yang memimpin tim pembela untuk Mulakkal, kepada BBC Hindi.

"Tapi pengadilan menyatakan dia tidak bersalah. Jelas, bukti yang diberikan oleh saksi penuntut dibuang. Artinya tuduhan itu palsu. Tidak ada pemerkosaan sama sekali," tambahnya.

Putusan pengadilan ini juga memicu kemarahan mereka. “Apa yang terjadi bertentangan dengan Kekristenan,” kata Suster Lucy Kalapura, yang berada di garis depan protes terhadap uskup. Pada 2019, dia dikeluarkan dari Franciscan Clarist Congregation (FCC) di Kerala.

Baca juga:  Gereja Katolik Akan Jual Aset dan Pinjam Uang untuk Bayar Ganti Rugi Korban Pelecehan Seksual

FCC mengatakan bahwa Suster Lucy dikeluarkan dengan alasan bahwa "gaya hidupnya melanggar hukum yang semestinya" dari kongregasi. Tapi dia membantahnya dan menuduh dia benar-benar dipecat karena dia ikut serta dalam protes.

"Ini bukan melawan satu wanita atau satu wanita, ini melawan banyak biarawati. Kami akan berjuang sampai akhir hidup kami. Keadilan tidak pernah mati," ujarnya pada Jumat (14/1).

Kasus tersebut memicu protes luas setelah biarawati itu menuduh bahwa Gereja Katolik telah mengabaikan keluhannya. Vatikan untuk sementara membebaskan uskup dari tugasnya.

Mulakkal adalah uskup dari sebuah keuskupan di Jalandhar di negara bagian Punjab di utara. Penuduhnya adalah anggota Misionaris Yesus, sebuah kongregasi di Kerala yang merupakan bagian dari keuskupan Jalandhar.

Dia menuduh bahwa uskup telah memperkosanya 13 kali dan penyerangan itu terjadi ketika dia mengunjungi biara tempat dia tinggal di kota Kottayam, di Kerala.

Dia telah mengajukan petisi ke Vatikan dan menulis surat terbuka kepada perwakilan Paus di ibu kota India Delhi pada 2018 - yang dia klaim sebagai surat keempatnya kepada mereka.

Hal ini menyebabkan protes yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh para biarawati dan aktivis yang keluar untuk mendukung wanita tersebut.

Beberapa biarawati lain yang memprotes uskup menuduh gereja di Kerala serta pejabat Vatikan menutup mata terhadap tuduhan pemerkosaan.

Banyak biarawati juga menuduh bahwa mereka menjadi korban karena berpartisipasi dalam protes, termasuk peringatan disiplin dan pemberitahuan transfer dan bahkan pengusiran dari kongregasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini