Share

Korut Luncurkan 2 Rudal Balistik dari Bandara Pyongyang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 17 Januari 2022 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 18 2533252 korut-luncurkan-2-rudal-balistik-dari-bandara-pyongyang-g5ioSspPlf.jpg Foto: Reuters.

SEOUL - Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek yang dicurigai dari sebuah bandara di ibu kota Pyongyang pada Senin (17/1/2022), demikian dilaporkan militer Korea Selatan melaporkan. Ini merupakan uji coba rudal keempat Korea Utara bulan ini.

BACA JUGA: Korut Klaim Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik

Dalam waktu kurang dari dua minggu, Korea Utara telah melakukan tiga kali uji coba rudal lainnya, frekuensi peluncuran yang tidak biasa. Dua di antara uji coba itu melibatkan “rudal hipersonik” berkecepatan tinggi, sementara uji coba pada Jumat (14/1/2022) melibatkan rudal balistik jarak pendek (SRBM) yang ditembakkan dari gerbong kereta.

Korea Utara belum menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) atau senjata nuklir jarak jauh sejak 2017, tetapi setelah pembicaraan denuklirisasi terhenti pada 2019, negara itu mulai melakukan serangkaian uji desain SRBM baru.

BACA JUGA: Korut Luncurkan Proyektil Tak Dikenal, Uji Coba Rudal Kedua dalam Sepekan

Banyak SRBM terbaru, termasuk rudal hipersonik, tampaknya dirancang untuk menghindari pertahanan rudal. Korea Utara juga telah berjanji untuk mengejar senjata nuklir taktis, yang memungkinkannya untuk menyebarkan hulu ledak nuklir pada SRBM semacam itu.

Peluncuran terbaru telah menuai kecaman dan seruan untuk dialog dari pemerintah Amerika Serikat (AS) yang telah memberlakukan sanksi baru atas peluncuran rudal Korea Utara dan mendorong lebih banyak lagi.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memberlakukan sanksi baru pertamanya terhadap Pyongyang pada Rabu (12/1/2022), dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk memasukkan beberapa individu dan entitas Korea Utara ke daftar hitam. Biden juga mengulangi seruan agar Pyongyang kembali ke pembicaraan yang bertujuan mengurangi ketegangan dan membujuknya untuk menyerahkan gudang senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Korea Utara telah membela uji coba rudal sebagai hak kedaulatannya untuk membela diri dan menuduh Amerika Serikat sengaja meningkatkan situasi dengan sanksi baru.

Dalam sebuah pernyataan menjelang uji coba rudal hari Jumat, kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan bahwa meskipun Washington mungkin berbicara tentang diplomasi dan dialog, tindakannya menunjukkan bahwa pihaknya masih asyik dengan kebijakannya untuk "mengisolasi dan mencekik" Korea Utara.

Peluncuran itu dilakukan ketika Korea Utara, yang dalam kondisi semakin terisolasi karena penutupan perbatasan yang diberlakukannya sendiri untuk mencegah pandemi Covid-19, bersiap untuk membuka perdagangan melintasi perbatasan dengan China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini