Share

Merasa Berasalah, Maling Ini Pulang Kampung untuk Menyerahkan Diri Setelah 14 Tahun Buron

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 17 Januari 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 18 2533280 merasa-berasalah-maling-ini-pulang-kampung-untuk-menyerahkan-diri-setelah-14-tahun-buron-6rfWZ9STlS.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

SINGAPURA – Seorang pria Singapura yang melarikan diri ke Malaysia usia melakukan serangkaian pencurian, menyerahkan diri ke polisi setelah 14 tahun buron. Maling itu mengatakan dia merasa bersalah karena perbuatannya di masa lalu.

Pada 2003 Haron Ismail, (62 tahun) melarikan diri ke Malaysia setelah dua komplotannya tertangkap dan dia tetap berada di sana selama 14 tahun. Namun, pada 2017 dia kembali ke Singapura dan menyerahkan diri ke polisi.

BACA JUGA: Jatuh dari Plafon Rumah Orang, Pemuda di Cipayung Babak Belur karena Dikira Maling

Pada persidangan Jumat, (14/1/2022) Haron mengatakan bahwa dia "tidak memiliki ketenangan pikiran" selama pelariannya di Malaysia dan bahwa dia telah diganggu rasa bersalah. Pengadilan menjatuhkan hukuman empat tahun sembilan bulan kepada Haron atas kejahatan yang dilakukannya, demikian diwartakan Channel News Asia.

Haron mengaku bersalah atas tiga tuduhan membobol rumah untuk melakukan pencurian dan membobol rumah pada malam hari untuk melakukan pencurian, dengan tiga tuduhan lainnya dipertimbangkan dalam hukuman.

Pengadilan mendengar bahwa Haron dikaitkan dengan dua orang tertuduh bersama Abdul Karim Mohamed dan Rusli Awang.

Pada 24 November 2002, ketiga pria itu beraksi membobol dan mencuri uang tunai senilai SGD20.000 (sekira Rp212 juta) dari brankas di sebuah kantor.

BACA JUGA: Jepang dan Singapura Dinobatkan Sebagai Pemilik Paspor 'Terkuat' 2022, Indonesia Peringkat Berapa?

Abdul Karim membobol brankas, sementara Haron menunggu di mobil van di tempat parkir dan Rusli mengawasi jika ada polisi atau penjaga.

Mereka pergi dengan jarahan dan membaginya. Korban membuat laporan, tetapi uang tunai tidak dikembalikan dan tidak ada ganti rugi.

Komplotan itu kembali beraksi pada 5 Januari 2003, membobol sebuah kantor lain dan membawa kabur uang tunai, mata uang asing, dan koin emas dengan total nilai SGD12.500 (sekira Rp136 juta).

Aksi ketiga komplotan itu dilakukan pada 29 April 2003. Kali ini mereka menggondol uang senilai SGD127,25 dan beberapa dokumen.

Abdul Karim dan Rusli kemudian ditangkap. Mengetahui hal ini, Haron melarikan diri ke Malaysia pada Mei 2003 dan tidak kembali ke Singapura, untuk menghindari penangkapan.

Namun, pada 3 Juli 2017, dia kembali dan menyerah di Woodlands Checkpoint. Dia ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan polisi sehari kemudian.

Jaksa meminta antara empat tahun dan sembilan bulan penjara dan enam tahun penjara untuk Haron. Dari jumlah ini, dia meminta tiga sampai enam bulan penjara sebagai pengganti hukuman cambuk, karena Haron berusia di atas 50 tahun dan tidak dapat dicambuk.

Rusli telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada 2003, sementara Abdul Karim menerima 12 tahun penahanan preventif dan maksimum 24 cambukan.

Jaksa mengatakan faktor utama yang memberatkan Haron adalah dia melarikan diri untuk menghindari penangkapan polisi dan baru kembali 14 tahun kemudian.

Dia kembali baru ketika dia berusia di atas 50 tahun, dia berusia 58 tahun pada 2017, dan hukuman 12 pukulan tongkat seharusnya diberikan, kata jaksa.

Dalam pembelaannya, Haron yang tidak diwakili pengacara mengatakan dia "tidak memiliki ketenangan pikiran di Malaysia".

"Rasa bersalah telah mengganggu saya," katanya. "Jadi saya memutuskan untuk kembali ke Singapura untuk menyerah."

Dia mengatakan dia berusia 62 tahun dan memiliki masalah jantung dan diabetes. Selama empat setengah tahun terakhir sambil menunggu kasusnya dibawa ke pengadilan, dia telah memperbaiki dirinya dengan mengambil lisensi keamanan dan taksi.

Untuk dakwaan membobol rumah pada malam hari, Haron bisa dipenjara antara dua dan 14 tahun dan mendapatkan hukuman cambuk. Sementara untuk membobol rumah untuk melakukan pencurian, dia bisa dipenjara hingga 10 tahun dan dicambuk. Namun, dia tidak menerima hukuman cambuk karena usianya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini