Share

Banjir Kepung Enam Kecamatan di Pasuruan, 5.017 KK Terdampak

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 18 Januari 2022 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 340 2534001 banjir-kepung-enam-kecamatan-di-pasuruan-5-017-kk-terdampak-eenkYpjSNd.jpg Banjir Pasuruan (Foto: BNPB)

JAKARTA - Banjir kembali kepung enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setelah sebelumnya pada Senin 10 Januari 2022 pukul 19.00 Sungai Rejoso meluap dan mengakibatkan 12 desa terendam. Banjir dilaporkan sempat surut namun air kembali naik dengan ketinggian bervariasi mulai 50 cm hingga 100 cm.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan sebanyak 5.017 Kepala Keluarga (KK) di enam kecamatan terdampak banjir.

“Adapun enam kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Gondang Wetan tepatnya Desa Sekarputih, Kecamatan Kraton tepatnya Desa Tambakrejo. Kemudian Kecamatan Grati tepatnya Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Gempol tepatnya Desa Gempol,” kata Aam sapaan akrabnya dari keterangan resmi yang diterima, Selasa (18/1/2022).

Selanjutnya Kecamatan Beji tepatnya Desa Kedungringin dan Desa Kedungboto. Kemudian Kecamatan Rejoso dengan desa terdampak antara lain Desa Kedungbako, Toyaning, Rejoso Kidul, Sedangrejo, Jarangan dan Patuguran.

Baca juga: Viral! Rumah Bupati Jember Hendy Siswanto Terendam Banjir Parah

Pantauan kondisi di lokasi kejadian pada Selasa, (18/1) siang pukul 12.30 WIB, cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Hal ini menambah kekhawatiran warga banjir akan semakin meluas.

Petugas BPBD bersama tim gabungan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna membantu warga terdampak, evakuasi warga yang rumahnya terendam juga terus dilakukan dengan menggunakan perahu karet.

Baca juga: Hujan Deras, Jalan di Depan Stasiun Gambir Tergenang

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman websitenya mengatakan sejumlah wilayah di Jawa Timur masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang dan petir termasuk wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dengan adanya peringatan dini yang dikeluarkan BMKG tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung maupun tanah longsor.

Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti melakukan susur sungai bersama para ahli untuk membersihkan material yang menghambat aliran air, pemantauan dan pemeliharaan kondisi tanggul, serta memantau peningkatan debit air ketika wilayah pemukiman diguyur hujan lebat.

“Selain itu juga patut diwaspadai munculnya penyakit yang mengancam warga pasca banjir seperti diare, malaria, demam berdarah maupun penyakit kulit,” ungkap Aam.

Baca juga: Mobil Pompa Disiagakan Atasi Banjir di Jalan Tanjung Duren

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini