Share

PBB: 2021 Termasuk Di Antara Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 18 2535116 pbb-2021-termasuk-di-antara-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah-vKv0GS5zJa.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (19/1/2022) mengatakan bahwa tujuh tahun terakhir merupakan tahun-tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah. Badan meteorologi PBB menambahkan bahwa pada 2021 suhu dunia tetap tinggi meski ada efek pendinginan dari fenomena La Nina.

"Tujuh tahun terpanas semuanya terjadi sejak 2015," kata Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP.

BACA JUGA: 2 Dampak Perubahan Iklim Ekstrem, Air Terjun Berhenti Mengalir hingga Batu Hijau

WMO mencatat bahwa 2021 masih termasuk di antara tahun-tahun terpanas meski terjadi dua peristiwa La Nina berturut-turut.

"Peristiwa La Nina yang berurutan berarti pemanasan tahun 2021 relatif kurang terasa dibandingkan tahun-tahun terakhir. Meski begitu, tahun 2021 masih lebih hangat dari tahun-tahun sebelumnya yang dipengaruhi oleh La Nina," kata kepala WMO Petteri Taalas dalam pernyataannya.

Menurut Taalas, hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi pemanasan jangka panjang sebagai akibat dari peningkatan gas rumah kaca yang lebih jauh lebih besar dari daripada variabilitas tahun-ke-tahun dalam suhu rata-rata global.

La Nina mengacu pada pendinginan skala besar suhu permukaan di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik khatulistiwa, dengan dampak luas pada cuaca di seluruh dunia.

BACA JUGA:Bertemu Menlu Inggris, Menlu RI Tegaskan Komitmen Indonesia Atasi Permasalahan Iklim

Fenomena yang biasanya memiliki dampak berlawanan dengan fenomena pemanasan El Nino ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali, namun kini telah terjadi dua kali sejak tahun 2020.

WMO mencapai kesimpulannya dengan mengonsolidasikan enam kumpulan data internasional terkemuka, termasuk pemantau iklim Copernicus (C3S) Uni Eropa dan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), yang mengumumkan temuan serupa minggu lalu.

Dataset menunjukkan bahwa suhu global rata-rata pada tahun 2021 adalah sekira 1,11 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri yang diukur antara 1850 dan 1900. Ini merupakan tahun ketujuh berturut-turut suhu global berada di angka lebih dari 1 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, menurut dataset yang dipantau.

"Suhu rata-rata global pada tahun 2021 sudah mendekati batas bawah kenaikan suhu yang ingin dicegah oleh Perjanjian Paris," WMO memperingatkan.

Perjanjian Paris 2015 melihat negara-negara setuju untuk membatasi pemanasan global pada "jauh di bawah" 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, dan 1,5 derajat Celcius jika memungkinkan.

WMO menekankan bahwa gelombang hangat yang tak terputus selama tujuh tahun terakhir adalah bagian dari tren jangka panjang menuju suhu global yang lebih tinggi.

"Dampak perubahan iklim dan bahaya terkait cuaca memiliki dampak yang mengubah hidup dan menghancurkan masyarakat di setiap benua," kata Taalas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini