Share

Pulang dari Malaysia, 17 Pekerja Migran Ilegal Diamankan TNI AL di Asahan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 340 2534863 pulang-dari-malaysia-17-pekerja-migran-ilegal-diamankan-tni-al-di-asahan-zu9R0f1UgT.jpg Pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan di Asahan, Sumut. (Ist)

ASAHAN - Prajurit TNI AL menangkap 17 pekerja migran Indonesia (PMI) tanpa dokumen resmi (ilegal) saat melakukan perjalanan dari Malaysia menuju Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara, Rabu (19/1/2022).

Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, mengatakan 17 orang pekerja migran ilegal itu ditangkap saat menumpang kapal jenis palok di perairan Kualuh Sungai Baru, Tanjung Balai, Asahan. Setelah ditangkap, ke-17 pekerja migran ilegal itu berikut nakhoda kapal dan 2 anak buahnya diboyong ke Pos TNI AL Bagan Asahan.

"Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan yang tengah melaksanakan patroli di perairan Kualuh Sungai Baru mendapati kapal mencurigakan dan setelah dilakukan pemeriksaan awal ternyata memuat sejumlah orang tanpa dilengkapi dokumen yang seharusnya. Mereka kedapatan berlayar dari Malaysia dan berusaha memasuki Tanjung Balai Asahan melalui jalur yang tidak resmi,"kata Robinson.

"Setelah dilakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan BP2MI, imigrasi dan kepolisian selanjutnya nakhoda, ABK dan penumpang diserahkan ke Polres Tanjung Balai Asahan untuk diproses lebih lanjut," tuturnya.

Baca Juga : Polisi Gerebek Lokasi Penampungan PMI Ilegal

Menyikapi penangkapan tersebut, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Arsyad Abdullah, melalui keterangan tertulis menyatakan, patroli TNI AL akan selalu hadir melaksanakan tugas patroli sebagai sesuatu yang dilaksanakan secara terus-menerus. Itu terutama di wilayah-wilayah yang disinyalir menjadi jalur keluar/masuk melalui laut tidak resmi (jalur tikus).

"Baik itu berupa komoditi dari luar negeri, barang ilegal, bahkan narkoba serta penyelundupan pekerja migran ilegal yang terjadi di Wilayah Kerja Koarmada I," kata Laksda Arsyad.

Ia mengatakan, komitmen TNI AL sudah sangat jelas dan tegas, tidak ada kompromi dengan segala bentuk upaya yang mengancam kedaulatan termasuk tindak pidana dan pelanggaran di Laut.

"Koarmada I melalui Pangkalan TNI AL jajarannya akan selalu mendukung kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono dengan tidak melakukan pembiaran serta mencegah kegiatan-kegiatan illegal seperti penyelundupan PMI ilegal yang masih terjadi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini